AKU
GENERASI UNGGUL KEBANGGAAN BANGSA INDONESIA
Oleh
Widya Tri Mauliyana
Pendidikan senantiasa menjadi kawah
candra dimuka untuk mencetak generasi masa depan yang unggul, berkualitas, dan
berakhlak mulia sehingga bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, negara,
dan umat manusia secara keseluruhan. Jika pendidikan senantiasa mengarah pada
pencapaian tujuan tersebut, niscaya bangsa ini akan maju, sejahtera, dan
berakhlak mulia.
Generasi unggul merupakan genererasi
yang memiliki nilai lebih yang dapat bermanfaat untuk lingkungan sekitar.
Seorang dikatakan generasi unggul, jika memiliki kompotensi yang tinggi dan
orang tersebut dapat bermanfaat bagi lingkungan. Lingkungan disini dapat
diartikan lingkungan keluarga, organisasi dan negara. Generasi unggul dalam
keluarga, jika salah satu anggota keluarga dapat mengangkat derajat dan
martabat menjadi lebih baik sebelumnya. Generasi unggul dalam lingkup
organisasi, apabila sumber daya manusia yang dimiliki organisasi mempunyai
kompetensi yang berkualitas tinggi dibidangnya. Sehingga orang - orang di
organisasi akan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan
lebih optimal, baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Generasi
dalam lingkup negara hampir sama dengan lingkung oragnisasi, tetapi cakupannya
lebih luas. Generasi unggul dalam sebuah negara yakni orang - orang yang berada
di dalam negara tersebut dapat memajukan dan mengembangkan negara dari berbagai
aspek.
Memajukan dan mengembangkan sebuah
negara sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki
negara tersebut. Salah satu faktor kualitas sumber daya manusia yaitu
pendidikan. Pendidikan dapat membuat seseorang berkompeten dan berkualitas
tinggi. Oleh karena itu, dalam perjalanan kehidupan saya selalu mengutamakan
dan mementingkan pendidikan. Sejak awal saya masuk sekolah TK PGRI VII Panji,
saya rela hidup jauh dari kedua orang
tua demi pendidikan. Dengan kasih sayang seorang nenek,
semangat untuk menempuh pendidikan semakin besar. Meskipun jarak rumah dengan TK lumayan jauh,
saya tidak pernah mengeluh jalan kaki setiap hari.
Setelah saya menyelesaikan
pendidikan Taman Kanak - Kanak pada tahun 2005. Melanjutkan pendidikan tingkat
sekolah dasar di SDN 1 Olean Situbondo. Sejak sekolah dasar saya tinggal
bersama kedua orang tua. Selama sekolah dasar saya selalu masuk peringkat 5
besar dikelas. Disamping itu saya pernah mewakili sekolah dalam lomba MIPA
tingkat SD bersama sahabat, tetapi tidak meraih juara.
Saat kelas 5 hingga lulus saya tidak
pernah memberatkan kedua orang tua dalam hal keuangan. Disekolah saya berjualan
bersama sahabat dekat saya. Dari gambar kartun Upin - Ipin, dan pemandangan
saya tawarkan kepada adik kelas. Dari penghasilan tersebut saya bisa menabung
dan membelikan kebutuhan sekolah serta bisa menambah biaya sekolah di Taman
Pendidikan Al - Quran (TPQ) Al - Mubarak hingga wisuda.
Menginjak lulus sekolah dasar,
bisnis berjualan gambar terhentikan. Pada tahun 2011, saya lulus dengan nilai
memuaskan. Setelah itu, saya berhasil diterima di SMPN 3 Situbondo. Dari awal
masuk saya selalu berangkat naik sepeda keranjang dengan jarak kurang lebih 3
KM dari rumah. Kemandirian tetap saya
lakukan dengan berjualan pulsa. Tetapi dalam urusan nilai akademik dari kelas 7
– 9 selalu masuk 10 besar. Disamping itu, saya selalu rajin dalam kegiatan
tambahan pelajaran hingga kelas 9 di berbagai tempat. Tidak peduli hujan, saya
selalu hadir demi menambah ilmu. Tiba pada hari pelepasan dan pengumuman
kelulusan, nama saya masuk dalam peringkat 7
Ujian Akhir Sekolah dan saya dinyatakan lulus dengan nilai yang
memuaskan.
Setelah lulus dari SMP, saya
melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan yaitu SMKN 1 Panji yang
merupakan sekolah favorit kejuruan di Situbondo dengan jumlah siswa ribuan
pertahun. Di sekolah tersebut saya memilih Jurusan Perbankan. Jurusan baru pada
tahun 2014. Saya memilih jurusan tersebut karena beberapa alasan. Pertama, saya
ingin menjadi pegawai bank. Tetapi karena tinggi badan tidak mendukung, saya
tetap semangat mempelajari ilmu perbankan agar menjadi Dosen. Kedua, saya
mempunyai pemikiran bahwa dunia perbankan sangat mempengaruhi perekonomian
secara agregat, untuk itu saya akan turut berperan dalam meningkatkan
perekonomian negara. Tujuan saya menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) yaitu saya ingin memiliki kompetensi dibidang ahli perbankan hingga bisa
menjadi pengajar yang mahir ilmu perbankan setelah lulus. Ketiga, saya suka
berhitung bunga bank. Hal itu menjadi nilai tambah saya pribadi.
Pada saat menempuh pendidikan di
SMK, saya tidak mampu membeli buku perbankan, karena sangat mahal. Tetapi, saya
selalu mencari sumber dari internet mengenai materi perbankan dan buku – buku di perpustakaan
sekolah maupun perpustakaan daerah di Situbondo. Sejak awal masuk sekolah SMK,
saya selalu mengalami masalah keuangan karena ayah telah pensiun ditambah
kurang sehat. Pada akhirnya, saya memutuskan menjual Handphone Android (hasil
berjualan pulsa saat SMP) demi membayar uang semester. Ketika penerimaan raport
saya menduduki peringkat 2 di kelas dan dinyatakan naik kelas.
Di kelas 11, saya semakin rajin dan
giat belajar untuk menghadapi PKL (Praktik Kerja Lapangan). Akhirnya saya di
tempatkan di PT. Bank Jatim Cab. Situbondo. Praktik Kerja Lapangan di bank
pemerintah, merupakan suatu keberuntungan bagi saya pribadi. Di sana banyak
pengalaman dan pelajaran mengenai ilmu perbankan yang saya praktikkan secara
langsung. Seperti menyortir uang, pembukaan rekening baru, pengkinian data,
analis kredit, dan lain - lain. Selama 3 bulan saya sangat puas PKL di Bank
Jatim Cab. Situbondo. Banyak ilmu yang saya dapatkan mengenai dunia perbankan.
Menginjak kenaikan kelas, nilai akademis tidak pernah menurun atau meningkat.
Lagi - lagi meraih peringkat 2 di kelas. Saya dinyatakan naik kelas 12.
Saat kelas 12, saya mewakili sekolah
mengikuti lomba Jawara tingkat SMK Kabupaten Situbondo 2016. Saya membuat
kerajinan miniatur sepeda bambu. Berkat kerja keras dan dukungan dari orang
sekitar, saya meraih Juara Harapan 1 dan mendapatkan uang tunai Rp 750.000,-
tanpa sertifikat. Dari hasil uang tersebut, saya bayarkan uang semester, untuk
bisa ikut ujian. Setelah ujian, saya kembali lagi mewakili sekolah ikut Lomba
Rangking 1 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Cabang Jember di Pendopo
Situbondo. Saat itu saya menjadi ketua tim, yang terdiri dari 5 orang. Bersama
4 orang teman, saya belajar bersungguh - sungguh, hingga larut malam pun kami
belajar bersama. Meskipun kami telah belajar terus menerus, kami kalah dengan
anak SMA. Meskipun kalah, kami tetap semangat dan terus mempelajari ilmu
perbankan. Mengetahui ada program beasiswa PPA BCA saya langsung daftar online
penempatan tes di Kota Malang.
Tidak terasa memasuki awal tahun,
jadwal ujian semakin lama semakin padat. Saat itu saya dinyatakan lolos dalam
seleksi administrasi. Tepat pada tanggal 12 Januari 2017 saya mengikuti ujian
tulis di Universitas Kanjuruhan Malang. Dari pagi hingga siang ujian. Ternyata
saya dinyatakan tidak lolos ke tahap ke 3. Melihat hasil pengumuman tersebut,
semangat mencari beasiswa lain untuk melanjutkan pendidikan semakin besar.
Setelah itu, saya disibukkan
tambahan pelajaran, belajar kelompok bersama sampai memesan buku UN untuk SMK. Dari berbagai sumber saya pelajari dan
dipahami. Semenjak itu saya fokus belajar untuk UNBK. Disamping kesibukan untuk
ujian, saya juga mengurusi berbagai persyaratan Bidikmisi, tetapi ternyata saya
tidak bisa ikut dalam SNMPTN 2017. Tetapi saya tidak berkecil hati. Saya selalu
berdoa dan belajar untuk bisa masuk PTN yang saya impikan.
Tepat tanggal 3 April 2017 saya
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama empat hari. Selama tiga hari
ujian lancar, menginjak hari ke empat mata ujian kompetensi perbankan saat itu
juga server eror. Dari 40 soal hanya muncul 16 soal. Akhirnya, saya dan teman
sekelas dinyatakan mengikuti UNBK susulan tepat seminggu setelahnya. Semangat
saya semakin tinggi untuk menghadapi ujian terakhir.
Hari yang ditunggu telah tiba, saya
dan teman mengikti ujian susulan yang berjalan lancar sampai selesai. Setelah
ujian selesai, saya sibuk dengan mengurusi pendaftaran SBMPTN. Saya
mendaftarkan diri di Universitas Negeri Jember dengan Fakultas Ekonomi prodi
Perbankan Syariah. Sambil menunggu Tes SBMPTN, saya melamar pekerjaan di PT.
PNM Mekaar. Alasan saya bekerja untuk biaya saya masuk PTN. Disamping bekerja,
saya mengikuti Tes SBMPTN ke Jember. Saat itu rasa kecewa dan sedih menghantui
pikiran, karena ayah saya sedang sakit tidak bisa mengantarkan. Dan akhirnya
saya berangkat sendiri naik Bus umum dan menginap di Kost teman. Setelah ujian,
saya kembali pulang dan bekerja. Tidak terasa pengumuman kelulusan telah tiba,
saya dinyatakan lulus dengan nilai keahlian perbankan yang sangat memuaskan.
Beberapa hari kemudian, pengumuman hasil SBMPTN menyatakan tidak lolos. Rasa kecewa menerima kenyataan bahwa saya tidak bisa
kuliah dengan beasiswa Bidikmisi. Tetapi semangat dari orang tua terus
memotivasi, dan akhirnya saya memutuskan kuliah di Universitas Abdurachman
Saleh Situbondo. Salah satu perguruan tinggi swasta terbesar yang ada di
Situbondo. Saat itu saya memilih Fakultas Ekonomi Manajemen Prodi Keuangan.
Alasan memilih keuangan, karena saya sangat suka dari SMK menganalis Laporan
Keuangan. Hasil kerja keras saya bayarkan untuk pendaftaran dan daftar ulang.
Setelah pendaftaran, saya mengajukan surat
pengunduran diri dari tempat kerja dikarenakan kuliah.
Di awal masuk kuliah semester
pertama, saya selalu rajin belajar. Disamping kuliah saya juga mencari uang
tambahan untuk kuliah. Saya menjadi guru privat anak SD. Selama kuliah sambil
kerja itu tantangan bagi saya pribadi. Mengatur waktu untuk belajar dan
bekerja. Semenjak masuk kuliah saya juga bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa
(UKM) Penalaran. Disana banyak belajar mengenai penulisan karya ilmiah. Hingga
saya memberanikan diri ikut berbagai lomba karya tulis ilmiah. Berawal dari
keberanian dan belajar akhirnya saya masuk Juara 3 dalam lomba LKTI yang
diadakan BEM - Unars. Selain itu juga saya mengikuti lomba Esai di Dinas
Pariwisata Situbondo dengan kategori Harapan 3. Di samping sibuk dengan
kegiatan diluar kampus, nilai akademis saya memperoleh IPK 4,00 untuk semester
1. Hasil dari belajar dan berdoa, saya menunjukkan Kartu Hasil Studi kepada
ayah yang sedang sakit. Ayah sangat bangga dengan hasil yang sempurna. Tapi saya
tidak tinggi hati, selalu menjadi pribadi yang sederhana dan berprestasi.
Memasuki semester 2, saya sedih
karena tidak ada uang sama sekali untuk membayar uang UKT. Kebetulan ada reward
dari bisnis MSI yang saya jalani bisa untuk dibayarkan semester 2. Sejak
semester 2 banyak teman - teman saya
belajar kerumah mengenai mata kuliah. Hingga ibu saya mendoakan, semoga cita -
cita menjadi Dosen segera terkabulkan. Doa ibu selalu saya ingat, belajar dan
terus belajar tanpa mengenal lelah serta putus asa.
Apakah saya termasuk generasi unggul
kebanggaan bangsa Indonesia? Ya, karena saya memiliki semangat yang tinggi
dalam menempuh pendidikan melanjutkan keahlian yaitu perbankan yang masih haus
akan ilmu. Keterampilan yang saya miliki tidak hanya untuk saya pribadi tetapi
dapat bermanfaat untuk orang lain. Saya berusaha keras menjadi generasi unggul
melalui pendidikan dengan ingin menjadi Dosen agar saya bisa menghasilkan
pemuda / pemudi yang berkualitas sehingga dapat berguna bagi bangsa dan negara
Indonesia. Sebagai generasi unggul harus terus belajar untuk lebih maju dan
menyebarkan hal - hal positif kepada semua orang dan lingkungan sekitar.
Generasi unggul harus memiliki hard skill dan soft skill yang memadai. Seorang
generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi ciri khas
bangsa Indonesia. Salah satu ciri khas bangsa Indonesia adalah kebudayaan. Saya
berusaha penuh memelihara dan melestarikan kebudayaan Indonesia, karena
keagungan suatu bangsa akan terlihat dari budaya yang ada di dalamnya.
No comments:
Post a Comment