Saturday, September 8, 2018

FIKSI MINI "Menjemput Waktu yang Tepat"


Menjemput Waktu yang Tepat
by Aydiw
Siang itu, cuaca terasa panas hingga membakar kulitku yang sedang mengendarai motor disekeliling taman kota. Tak sengaja aku melihat kekasihku Geo sedang bercanda mesra bersama seorang wanita yang tak ku kenal. Seerrr.. darahku langsung turun hingga membuat tubuhku lemas saat melihat kekasih yang sangat aku cintai berselingkuh dengan wanita lain. Cuaca hati pun mengalahi panasnya terik matahari yang menyengat kulitku saat itu juga. Aku pun berhenti mematikan motor yang aku kendarai disudut taman. Apa yang dilakukan? Dia menghianatiku kembali dengan wanita yang berbeda lagi. Dasar buaya!! Lalu melanjutkan perjalanan hingga aku berhenti disalah satu cafe di kotaku.
Seperti biasa aku pesan Milkshake Chocolate dan Roti Bakar kesukaanku. Sembari menunggu, datang seorang lelaki menghampiriku.
“Hai, boleh aku semeja denganmu?” Ujarnya. Tanpa melontarkan kata sepatah dia langsung duduk saja.
“Nama ku Niko”. sambil menjulurkan tangannya.
“Aku Yuke”. Sahutku judes efek dari penghianat dari Geo.
“Kamu cantik, boleh aku mengenalmu?” godanya padaku.
            Tanpa menjawab pujiannya, aku menangis memikirkan kejadian yang aku lihat di depan mataku.
            “Lho, kenapa menangis? Apa salahku? Sambil memberikan tisu padaku.
            “Aku korban penghianatan oleh pacarku” jawabku.
            “Tenang saja, masih ada aku yang akan membuatmu tersenyum dan bahagia bersamaku, percayalah”. Niko membalasnya.
            “Aku baru mengenalmu, bagaimana bisa kau membuatku bahagia?”gumam ku padanya.
            “Aku mengenalmu, memperhatikanmu dan mencintaimu sudah lama, hanya saja kau menghiraukan ku” Jelasnya.
            “Maafkan aku, aku tak bermaksud menghiraukanmu, aku menjaga perasaanku untuk dia lelaki yang telah berdusta padaku” tangisku kembali.
            Tanpa sadar telah ada pesananku. Diapun menyuapiku tanpa ku minta sampai habis.
“Jika aku boleh, aku mau membuatmu bahagia mulai saat ini” ucapnya kembali.
Aku pun membalasnya dengan senyuman. Tanpa berpikir panjang, aku dan dia mulai berhubungan selayaknya aku dan Geo dulu. Aku dan Niko pergi meninggalkan cafe dan tak lupa membayarnya.
Sore itu , aku dan dia singgah disebuah bukit yang indah, menyambutku dengan riang dan sejuk, aku serasa disurga. Yaitu sunset, kesukaanku dan tempat aku menghabiskan waktu untuk bercerita padanya. Pada jingga yang menyala, aku merasakan kehangatan dan kedamaian yang menyelimuti ku bersamanya, Niko.
Detik ini, aku belajar arti sebuah kesetian dari penghianatanmu. Aku belajar arti sebuah kejujuran dari kebohonganmu. Aku belajar arti kasih sayang tulus dari fatamorgana cintamu. Aku belajar arti sebuah senyum dari luka yang kau goreskan untukku. Tapi kini waktu telah menentukan aku bersama Niko untuk membangun sebuah kepercayaan yang telah dipatahkan. Terima kasih telah menguatkanku disaat semua orang ingin mengehentikan langkahku.

No comments:

Post a Comment

Cerpen untuk Ayah

Demi Gelar Sarjana untuk Ayah “Aydiw” Kringg..kringgg..kringg Suara ponsel berdering keras mengusik ke ramaian ruangan kerja, ternya...