Menjemput Waktu yang Tepat
by Aydiw
Siang
itu, cuaca terasa panas hingga membakar kulitku yang sedang mengendarai motor
disekeliling taman kota. Tak sengaja aku melihat kekasihku Geo sedang bercanda
mesra bersama seorang wanita yang tak ku kenal. Seerrr.. darahku langsung turun
hingga membuat tubuhku lemas saat melihat kekasih yang sangat aku cintai
berselingkuh dengan wanita lain. Cuaca hati pun mengalahi panasnya terik
matahari yang menyengat kulitku saat itu juga. Aku pun berhenti mematikan motor
yang aku kendarai disudut taman. Apa yang dilakukan? Dia menghianatiku kembali
dengan wanita yang berbeda lagi. Dasar buaya!! Lalu melanjutkan perjalanan
hingga aku berhenti disalah satu cafe di kotaku.
Seperti
biasa aku pesan Milkshake Chocolate dan Roti Bakar kesukaanku. Sembari
menunggu, datang seorang lelaki menghampiriku.
“Hai,
boleh aku semeja denganmu?” Ujarnya. Tanpa melontarkan kata sepatah dia
langsung duduk saja.
“Nama
ku Niko”. sambil menjulurkan tangannya.
“Aku
Yuke”. Sahutku judes efek dari penghianat dari Geo.
“Kamu
cantik, boleh aku mengenalmu?” godanya padaku.
Tanpa menjawab pujiannya, aku
menangis memikirkan kejadian yang aku lihat di depan mataku.
“Lho, kenapa menangis? Apa salahku?
Sambil memberikan tisu padaku.
“Aku korban penghianatan oleh
pacarku” jawabku.
“Tenang saja, masih ada aku yang
akan membuatmu tersenyum dan bahagia bersamaku, percayalah”. Niko membalasnya.
“Aku baru mengenalmu, bagaimana bisa
kau membuatku bahagia?”gumam ku padanya.
“Aku mengenalmu, memperhatikanmu dan
mencintaimu sudah lama, hanya saja kau menghiraukan ku” Jelasnya.
“Maafkan aku, aku tak bermaksud
menghiraukanmu, aku menjaga perasaanku untuk dia lelaki yang telah berdusta
padaku” tangisku kembali.
Tanpa sadar telah ada pesananku.
Diapun menyuapiku tanpa ku minta sampai habis.
“Jika
aku boleh, aku mau membuatmu bahagia mulai saat ini” ucapnya kembali.
Aku
pun membalasnya dengan senyuman. Tanpa berpikir panjang, aku dan dia mulai
berhubungan selayaknya aku dan Geo dulu. Aku dan Niko pergi meninggalkan cafe
dan tak lupa membayarnya.
Sore
itu , aku dan dia singgah disebuah bukit yang indah, menyambutku dengan riang
dan sejuk, aku serasa disurga. Yaitu sunset, kesukaanku dan tempat aku
menghabiskan waktu untuk bercerita padanya. Pada jingga yang menyala, aku
merasakan kehangatan dan kedamaian yang menyelimuti ku bersamanya, Niko.
Detik
ini, aku belajar arti sebuah kesetian dari penghianatanmu. Aku belajar arti
sebuah kejujuran dari kebohonganmu. Aku belajar arti kasih sayang tulus dari
fatamorgana cintamu. Aku belajar arti sebuah senyum dari luka yang kau goreskan
untukku. Tapi kini waktu telah menentukan aku bersama Niko untuk membangun
sebuah kepercayaan yang telah dipatahkan. Terima kasih telah menguatkanku
disaat semua orang ingin mengehentikan langkahku.
No comments:
Post a Comment