MAHASISWA
BERJIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN PEMANFAATAN DAUN KANGKUNG SEBAGAI SUMBER UANG
Karya
Widya Tri Mauliyana
Pendahuluan
Kewirausahaan
atau “entrepreneurship” semakindirasakan urgensinya saat ini sebagai “the
backbone of economy”, atau tulang punggung perekonomian suatu bangsa.Hal ini
tak lepas dari fakta bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan
kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Tanpa adanya mental
kewirausahaan pada diri seseorang atau suatu bangsa, maka segala potensi, sumber
energi, komoditi dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara
maksimal untuk kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan
data Biro Pusat Statistik (BPS) di Indonesia, jumlah pelaku wirausaha saat ini
mengalami peningkatan. Dari populasi yang mencapai sekitar 250 juta penduduk
(2016), porsi pelaku wirausaha sekitar 3,1%. Dengan demikian tingkat
kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2% dari populasi jumlah penduduk,
sebagai syarat minimal suatu masyarakat sejahtera.
Dengan
data diatas, bertumbuhnya wirausaha tidak lepas dari peran masyarakat bersama
pemerintah yang terus mendorong serta swasta dan kalangan mahasiswa atau
kampus. Sehingga kebutuhan akan tersedianya sejumlah wirausaha baru yang
handal, tangguh serta ungggul menjadi kebutuhan yang perlu disiapkan melalui
perencanaan yang jelas dan langkah – langkah yang konkrit serta konsisten dalam
penyelenggaraannya.
Dalam
isu kewirausahaan golongan pemuda perlu memperoleh perhatian khusus. Selain
sebagai nafas zaman, kaum mudalah yang senatiasa menjadi incaran pemasaran
sebagai segmen pasar potensial. Posisi pemuda juga strategis dan khas secara
budaya dan kondisi fisik serta emosional. Para pemuda juga yang nanti mengalami
persoalan besar sebagai pembayar hutang bangsa, menghadapi persaingan global, serta
paradigma kehidupan yang baru.
Dengan
pilihan menjadi wirausaha ini belum begitu banyak tumbuh di kalangan mahasiswa.
Membludaknya pendaftar CPNS, mental menjadi selebritis dadakan atau politisi
karbitan menunjukkan masih rendahnya karakter mental kewirausahaan pemuda kita.
Tampak masih sangat kuat mental ambtenar, yaitu mengharapkan output pendidikan
sebagai pekerja dalam diri generasi muda karena menganggap pegawai negeri
memiliki status sosial yang cukup tinggi dan disegani.
Padahal
membangun karakter mental kewirausahaan pemuda memang tidak mudah. Selain
kesadaran pemuda, dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif serta peran
pemerintah dan pihak lainnya sangat dibutuhkan. Hal ini karena entrepreneurship
sesungguhnya tidak sebatas profesi, namun lebih berkaitan dengan mindset dan
mental seseorang yang dibutuhkan diberagam bidang kehidupan.
Entrepreneurship
membutuhkan kemampuan mengolah kesempatan, tantangan, dan resiko dalam tindakan
nyata. Entrepreneurship butuh proses yang akan lahir seiring dengan pengalaman,
eksperimen, informasi berbagai sumber, dan tidak sebatas pada pendidikan di
sekolah. Seorang entrepreneurship membutuhkan mental dan semangat yang tinggi
karena dihadapkan pada ketidakpastian. Mereka yang berhasil sebagai
entrepreneurship adalah mereka yang mampu mengubah ketidakpastian menjadi
kemungkinan dan mengubah kemungkinan menjadi kepastian.
Entrepreneurship
merupakan nilai dari suatu generasi. Tanpa entrepreneur maka suatu generasi
akan kehilangan esensinya. Karena itu saatnya kita melahirkan
entrepreneur-entrepreneur muda melalui pengembangan mental kewirausahaan.Alumni
perguruan tinggi harus didorong supaya berinisiatif menciptakan lapangan kerja.
Demikian juga diperlukan dorongan lingkungan keluarga dimana para orang tua
berani untuk mengarahkan anaknya meninggalkan “zona nyaman” dan berani untuk
berkarya, berkreasi dan menciptakan nilai baru yang bermanfaat.
Secara
spesifik, tumbuhnya semangat dan kualitas kewirausahaan ini sangat bergantung
pula pada lingkungan makro.Pemerintah dan masyarakat berperan menciptakan iklim
investasi yang kondusif, peraturan persaingan usaha yang sehat, penegakan hukum
yang konsisten dan tidak pandang bulu, serta modal sosial yang kuat. Bila
tidak, walaupun melahirkan banyak pengusaha maka yang lahir sesungguhnya adalah
“wirausahawan semu” yang muncul tidak lebih karena mental korupsi, dekat dengan
kekuasaan atau karena nepotisme dan kolusi. Bangsa ini membutuhkan generasi
baru wirausahawan yang ungggul (entrepreneurial excellence) yang memiliki karakter
mental kewirausahaan seperti inovatif dan kreatif namun juga tangguh dan
peduli.
Menurut
islam, Nilai-nilai kewirausahaan tercantum dalam Al-Qur’an. Dan Nabi Muhammad
SAW juga pernah bersabda, ”Hendaklah kamu berdagang karena di dalamnya terdapat
90% pintu rezeki.” (HR Ahmad bin Hambal). Nabi juga pernah bersabda tentang hal
yang sama, ”Sesungguhnya, sebaik-sebaik mata pencarian adalah seorang
pedagang.” (HR Baihaqy). Maka , being entrepreneur dalam Islam merupakan
kewajiban yang menjadi ibadah bagi pelakunya. Bahkan, bekerja atau berwirausaha
menjadi salah satu ciri orang yang beriman.Tidak mengherankan apabila Nabi
Muhammad SAW dan sebagian besar sahabat adalah para pedagang dan entrepreneur
mancanegara. Tidak berlebihan karenanya bila dikatakan bahwa etos
entrepreneurship sudah melekat dan inheren dengan diri umat Islam. Saatnya kini
umat Islam dan khususnya pemuda untuk bahu membahu dan bersinergi mengembangkan
dan membangun karakter mental kewirausahaan masing-masing. Diharapkan motivasi
ini lahir tidak sekedar motivasi materi belaka tapi didorong dengan kesadaran
ruhiyah bahwa berwirausaha adalah sangat mulia dan merupakan ibadah.
Secara
tidak langsung, seorang wirausaha berperan sangat penting untuk mengurangi
tingkat pengangguran yang menjadi masalah secara makro setiap
tahunnya.Wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki seseorang
untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang
dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam
rangka meraih kesuksesan. Kegiatan wirausaha sangat mendukung terciptanya
negara yang makmur dalam hal perekonomian.
Isi
Di
zaman sekarang ini, para generasi muda yang bisa merubah keadaan negara yang
terjajah industri asing yang berada di Indonesia. Padahal, para entrepreneur
ini yang berkontribusi dalam kemakmuran Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan
adanya entrepreneur, lapangan kerja akan meningkat, sehingga berdampak pada
pengurangan jumlah pengangguran dan angka kemisikinan sehingga meningkatkan
perekonomian negara. Pertumbuhan
ekonomi suatu negara pada dasarnya tidak terlepas dari meningkatnya jumlah
penduduk yang berjiwa wirausaha. Perekonomian yang baik berbanding lurus dengan
jumlah penduduk yang berwirausaha.
Negara
Indonesia yang nota bene masih sebagai negara berkembang yang mempunyai
penduduk terbesar ke-4 dunia setelah China, Amerika Serikat dan India ini
sangat membutuhkan jiwa – jiwa entrepreneurship untuk memaksimalkan pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk. Jadi, bukankah lebih baik jika kita
menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, tidak perlu bergantung kepada orang
lain ataupun instansi tertentu mengenai hidup kita sendiri.
Indonesia terletak pada tempat
yang begitu strategis, diantara dua benua dan dua samudera sehingga menjadi
letak persimpangan jalur perdagangan dunia. Hampir berbagai manusia dari segala
penjuru dunia pernah singgah di Indonesia. Negara Indonesia memiliki ribuan
pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, dan disetiap inchi wilayahnya
mempunyai kekayaan sumber daya alam yang sangat berharga dan melimpah ruah,
menyimpan kekayaan alam baik hayati maupun tambang, tersimpan di lautan lepas.
Tanah yang subur serta iklim tropis menjadikan tanahnya subur. Bisa dipastikan,
Indonesia adalah negara yang syarat akan kekayaan. Indonesia kaya akan sumber
daya alam di wilayahnya yang begitu luas. Sadar mengenai hal itu, sebenarnya manusia
Indonesia mempunyai peluang besar untuk menciptakan nilai tambah dan memasarkan
anugerah alam Indonesia dari tuhan yang maha agung untuk kesejahteraan rakyat
Indonesia, tentunya dengan tidak mengabaikan aspek lingkungan.
Indonesia membutuhkan banyak
Usaha Kecil Menengah (UKM) agar mampu
menciptakan kekuatan ekonomi bangsa yang sehat dan kokoh sehingga dapat bersaing
dengan bangsa – bangsa lain. Karena, dalam berwirausaha kita belajar dari hal
terkecil hingga usaha yang kita jalani menjadi besar dan sukses.
Negara yang masih muda, dengan
penduduk amat padat jelas menjadi tantangan serius untuk dapat mensejahterakan
mereka. Langkah baik jika rakyat – rakyat Indonesia berpikir kreatif serta
mandiri untuk menyejahterakan hidup mereka sendiri. Menjadi seorang wirausaha
dinilai sebagai tindakan yang paling tepat untuk meningkatkan taraf hidup
seseorang dan lebih jauhnya lagi juga berkontribusi untuk memperbaiki
perekonomian dalam negeri.
Kebanyakan
masyarakat Indonesia, merasa enggan berwirausaha karna pola pikir atau mainset
yang ada di otak mereka yaitu memulai suatu usaha haruslah mempunyai modal yang
besar serta bakat dan keterampilan yang dimiliki. Selain itu juga, adanya
ketakutan akan resiko bisnis yang gagal dijalankan. Padahal, jika kita memiliki
kisah – kisah entrepreneur sukses, mereka bisa memulai dengan modal yang kecil
tapi berkat keuletan serta kesabaran, mereka dapat mengembangkannya menjadi
usaha yang sukses. Dan beromset jutaan rupiah. Sedangkan, kegagalan dalam
berwirausaha adalah hal yang lumrah terjadi. Seperti pepatah mengatakan,
bersakit – sakit dahulu, bersenang – senang kemudian. Jika kita ingin sukses,
maka harus ada kerikil – kerikil tajam yang harus kita lewati agar kita bisa
berdiri di puncak.
Saat
ini, pengangguran tidak hanya berstatus lulusan SD, SMP, maupun SMA, tapi
banyak juga diantaranya para sarjana. Persaingan yang semakin tinggi
dikarenakan, semakin banyaknya sarjana -
sarjana yang dicetak setiap tahunnya tidak diimbangi dengan kenaikan jumlah
lapangan pekerjaan dan juga tidak ada yang bisa menjamin bahwa seorang sarjana
dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan .
Sebagai
calon mahasiswa, kita harus benar- benar jeli dalam melihat setiap peluang dan
kesempatan yang ada, serta harus pandai – pandai mengasah otak kita agar bisa
menjadi entrepreneur. Mahasiswa hendaknya tidak hanya fokus pada perolehan
prestasi dan nilai akademis saja, tapi juga bagaimana hidup mereka setelah
lulus dan menjadi sarjana kelak. Bibit
wirausaha harus ditanamkan sejak dini agar kita mampu menghadapi kegagalan dan
tetap fokus, ulet serta tekun meniti usaha kita. Di zaman serba canggih
sekarang ini, pemuda berjiwa wirausaha dengan profesionalitas tinggi sangat
dibutuhkan guna menghadapi arus globalisasi. Gerakan kewirausahaan sebagai
salah satu gerakan agar para lulusan perguruan tinggi tidak selalu menjadi
pekerja di perusahaan besar, utamanya perusahaan asing. Mahasiswa harusnya bisa
membuat suatu usaha mandiri yang bisa bermanfaat untuk khalayak, mahasiswa
sudah tidak perlu memikirkan perusahaan ternama lagi setelah kuliah, tetapi
bisa membuat usaha mandiri, membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain. Karena,
sesungguhnya negara tidak akan pernah bisa maju ditangan pemuda yang loyo,
malas, tidak berilmu, tidak produktif, tidak kreatif serta tidak mempunyai
keahlian.
Di
Situbondo saja, banyak para mahasiswa yang berlomba – lomba salah satunya
berbisnis online. Dengan alasan tidak butuh modal banyak sehingga mahasiswa
saat ini banyak yang menggeluti bisnis ini. Tidak banyak dari mereka yang
menyadari bahwa berbisnis online hanya untung – untungan saja. Sebagian dari
mereka memilih berwirausaha dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan inovasi
dan kreatifitas menjadi barang atau jasa, sehingga menjadi alternatif yang bernilai.
Seperti seorang mahasiswa desa, mengkreasikan minuman “Es Cendol” yang dibuat
dari bahan dasar kangkung.
Es
Cendol merupakan minuman khas Sunda yang dahulu terbuat dari tepung hunkwe,
namun kini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta
gula merah cair dan santan. Rasa minuman manis dan gurih. Di daerah Sunda
minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan
nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa
istilah "cendol" mungkin sekali berasal dari kata "jendol",
yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Indonesia. Hal ini merujuk sensasi
jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala meminum es
cendol. Cendol merupakan minuman yang menyegarkan, terbuat dari bahan alami
yang tentunya banyak sekali mengandung vitamin.Sedangkan kangkung adalah bahan
makanan yang memiliki gizi dan kandungan zat besi yang banyak.
Hingga
saat ini, masih banyak orang yang menganggap sepele sayur kangkung, padahal kandungan
gizinya cukup banyak. Bahkan sangat bagus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.
Kandungan nutrisi dalam kangkung juga bermanfaat untuk mengobati berbagai
gangguan kesehatan. Beberapa kandungan gizi pada tanaman kangkung per 100 gram
(3,5 oz). Kangkung mengandung karbohidrat sebesar 3,14 gram, energi sebesar 79
kJ atau 19 kcal, serat makanan 2,1 gram, lemak 0,2 gram dan protein 2,6 gram.
Semua kandungan tersebut merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk
menjalankan berbagai aktivitas.
Selain
itu, kangkung mengandung banyak vitamin seperti beta karoten atau Vitamin A
equiv. (39%) 315 ug, Tiamin (B1) (3%) 0,03 mg, Riboflavin (B2) (8%) 0,1 mg,
Niacin (B3) (6%) 0,9 mg, Asam pantotenat (B5) (3%) 0,141 mg, Vitamin B6 (7%)
0,096 mg, Folat (B9) (14%) 57 ug, dan Vitamin C (66%) 55 mg. Dengan segala
nutrisi tersebut tidak heran bila kangkung sangat baik untuk perkembangan
janin. Ada pula kandungan mineral pada kangkung yang juga sangat dibutuhkan
oleh tubuh meski dalam jumlah kecil seperti Kalsium (8%) 77 mg, Besi (13%) 1,67
mg, Magnesium (20%) 71 mg, Mangan (8%) 0,16 mg, Fosfor (6%) 39 mg, Kalium (7%)
312 mg, Sodium (8%) 113 mg, dan Zinc (2%) 0,18 mg. Kangkung juga mengandung
hentriakontan dan sitosterol. Mineral-mineral ini dapat membantu aktivitas sel
dan organ tubuh berfungsi dengan baik.
Setelah
mengetahui kandungan nutrisi dari sayur kangkung, banyak manfaat dari kangkung
yang baik untuk tubuh. Seperti kangkung sebagai sumber zat besi,Tubuh
membutuhkan zat besi untuk membantu pembentukan sel darah merah. Sebagai
mengatasi insomnia atau susah tidur. Membantu pembentukan tulang pada janin,
tidak hanya memberikan manfaat bagi orang – orang. Bahkan janin bisa
mendapatkan manfaat dari kangkung. Melancarkan pencernaan, akibat kurang serat
dapat mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan buang air besar. Menjaga
kesehatan mata agar fungsi mata tetap dalam keadaan optimal. Detoksifikasi
racun dalam tubuh, seringkali terpapar polusi dan terkontaminasi dengan makanan
yang banyak mengandung bahan kimia. Salah satu upaya untuk mengeluarkan racun
tersebut adalah dengan mengkonsumsi kangkung.
Kangkung
sebagai program diet yang terdapat kalori dalam jumlah yang kecil, sedangkan
kaya akan serat. Mengatasi sariawan dan gusi berdarah, masalah yang sering
dialami di sekitar mulut adalah timbulnya sariawan dan gusi berdarah. Kondisi
tersebut muncul karena tubuh kekurangan vitamin C. Mencegah dan mengatasi
penyakit diabetes mellitus dapat menyerang siapa saja yang memiliki pola makan
dan hidup yang buruk. Mengatasi penyakit kuning, terjadi sebagai pertanda ada
yang tidak beres dengan fungsi hati.
Kangkung
bermanfaat mengobati sakit gigi dan gusi bengak, mengobati nyeri haid,
menghilangkan ketombe, mengatasi mual pada ibu hamil, meningkatkan kualitas
otak,
menjaga kesehatan jantung,
mengobati ambeien, mengatasi sembelit, menurunkan kadar kolesterol, mengobati
mimisan, sumber antioksidan, melancarkan air seni, mengobati bisul.
Kangkung
tidak hanya menggugah nafsu makan namun juga memberikan khasiat yang luar biasa
untuk kesehatan tubuh. Kini, seorang mahasiswa memanfaatkan kangkung tua
sebagai bahan dasar utama pembuatan es cendol.Tidak hanya murah, kangkung
sangat bermanfaat bagi tubuh.Tumbuhan kangkung juga banyak ditemukan di daerah
Situbondo. Kangkung sangat mudah ditanam, dan masa panen yang cukup
singkat.Kangkung sangat familiar di tengah masyarakat Indonesia, dan sayuran
ini seringkali dikonsumsi sebagai menu sehari-hari. Banyak yang menyukai
kangkung, apalagi jika diolah menjadi es cendol pasti langsung menggugah
selera. Namun,dibalik kenikmatannya kangkung memiliki segudang manfaat terutama
bagi kesehatan. Manfaat kangkung ini bisa kita peroleh dengan mudah karena
kangkung mudah didapat.
Bermula
dari melihat ibu yang pulang dari pasar sambil membawa sebuah kangkung yang
akan dimasak hanya mengambil kangkung muda, sedangkan kangkung tua yang tidak
layak untuk di jual diberikan hanya untuk pakan ternak. Padahal, kangkung
adalah sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari.Setelah memperhatikan
beberapa manfaat kangkung bagi kesehatan, mencari jalan keluar agar sayuran
hijau yang satu ini dapat digunakan baik itu yang muda maupun yang tua.
Kangkung yang tua tidak hanya untuk pakan ternak saja.
Ditangan
generasi saat ini, daun kangkung telah digunakan sebagai bahan utama bisnisnya.
Dengan berbekal dukungan orang tua, hingga bisa terciptanya es cendol kangkung.
Pembuatannya sangat mudah dengan bahan seperti, daun kangkung tua, tepung
beras, garam, gula pasir, air kapur sirih cair, air bersih, gula jawa dan
santan. Proses pembuatannya, pertama cuci bersih daun kangkung tua dan
haluskan. Kedua, didihkan daun kangkung tua yang telah halus lalu campurkan
tepung beras, garam, gula pasir, air kapur sirih cair, dan air bersih. Ketiga,
ambil cetakan cendol dan mangkong berisi air, lalu cetak. Selanjutnya, didihkan
gula jawa dengan air hingga cair. Keempat, es cendol siap dipasarkan.
Pemasaran
es cendol kangkung ini belum meluas di daerah Situbondo. Hanya sekitar desa
saja. Karena factor dana yang menjadi penghambat. Meskipun belum meluas, usaha
ini cukup menambah isi dompet. Usaha ini merupakan factor mengurangi
pengangguran yang terjadi di Indonesia. Usaha es cendol kangkung juga bisa
memotivasi kalangan mahasiswa untuk berwirausaha dengan terus berkarya.
Kesimpulan
Untuk
mengatasi permasalahan tersebut ada salah satu solusi yang bisa dilaksanakan
yaitu melalui penggalian potensi yang dimiliki desa. Potensi tersebut dapat
berupa sumber daya alam, jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar,
dan lain-lain. Modal dasar yang telah dimiliki tadi, dapat
dimanifestasikan ke dalam usaha-usaha yang bersifat produktif, pembinaan
kewirausahan yang belum ada maupun peningkatan kewirausahaan yang selama ini
telah eksis. pemuda desa harus diyakinkan bahwa mereka sebenarnya mampu dan
layak mendapat tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Hanya
upaya – upaya produktif yang berasal dari desa harus ditumbuh kembangkan agar
tidak berhenti di tengah jalan. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan kepada
mahasiswa yang berkesinambungan. Keberadaan pihak-pihak yang terkait sangat
diperlukan, misalnya tambahan modal, perluasan pemasaran, peningkatan kemampuan
dalam berusaha/berwirausaha (management) dan sebagainya.
Secara
sederhana seorang wirausaha adalah adalah seseorang yang mampu mengatur,
menjalankan, menanggung resiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang ditempuhnya dalam
dunia usaha. Para wirausahawan dengan sifat alamiahnya tidak mengenal golongan
karena di dapat berupa seorang laki-laki muda yang menjual kaset musiknya di
pasar, seorang wanita muda yang menjual hasil lilin hasil buatannya sendiri,
atau sepasang suami istri yang memasok barang-barang kebutuhan rumah
tangga. Dia bisa bekerja sendirian
seperti mengambil barang dagangan dan menjualnya di pasar-pasar atau bisa
mengolah hasil panen di desanya untuk dipasarkan dalam bentuk yang berbeda dari
aslinya. Yang terpenting adalah tidak menggantungkan hidupnya dengan orang
lain, bersifat mandiri dan memenuhi kebutuhannya sendiri.
Seorang wirausahawan dapat berkembang
dari minat atau bakat yang mereka miliki, akan tetapi kreatifitas dalam
berusaha justru akan membantu kelancaran usahanya. Ada beberapa watak seorang
wirausahawan yang harus dipahami dalam menjalankan sebuah usaha. Berikut ada 7
langkah yang perlu di ikuti berikut ini :
1. Disiplin
diri, yaitu selalu berpegang teguh komitmen atau mematuhi aturan yang dibuatnya
sendiri.
2. Rincian,
yaitu usaha-usaha kreatif yang selalu belajar mendisiplinkan diri untuk
berurusan dengan rincian-rincian sepeti keuangan, pendataan/administrasi dan
pembuatan rencana-rencana kegiatan.
3. Menghargai,
yaitu memberikan penghargaan atas hasil yang diterima. Guna watak ini adalah
selalu memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri dan menghargai hasil
karya.
4. Kreativitas,
yaitu semakin kita berbeda dalam menghasilkan sebuah produk yang dibutuhkan
pasar akan berkecenderungan untuk diminati.
5. Bentuk
atau Gaya, yaitu bagaimana seorang wirausahawan akan membentuk karakter diri
dan produk yang membedakan dengan orang dan produk lain.
6. Keluwesan,
yaitu mampu untuk menyesuaikan diri dan mampu melihat berbagai cara pemecahan
suatu masalah.
7. Komitmen,
yaitu keteguhan untuk melakukan sesuatu yang kita yakini dalam perbuatan dan
tidak menjadikan contoh yang negatif.
Dewasa
ini, seorang wirausahawan tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan
menciptakan sesuatu yang berbeda, kreatif, dan inovatif saja. Namun seorang
wirausahawan harus berkarakter. Karakter yang dimaksud ialah karakter yang
sehat yang sesuai dengan budaya dan kearifan masyarakat Indonesia melalui
konsep Characterpreneurship (Hernandar, 2012). Tujuan berbisnis atau
berwirausaha bukan hanya mencari kuntungan semata, tetapi juga orangnya harus
berkarakter. Characterpreneurship berpegang pada nilai atau etika bisnis, anti
korupsi, pembelaan terhadap produk dalam negeri, menciptakan lapangan kerja dan
tentunya memberikan berkah bagi masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa menjadi wirausaha yang berkarakter sangatlah penting, karena hal tersebut
tidak hanya membawa kesuksesan bagi wirausaha itu sendiri, namun juga mampu
membawa kesuksesan bagi Indonesia. Wibowo (2010) menuturkan bahwa karakter
adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90%
kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab,
tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk
Sebaiknya
mahasiswa sebagai generasi muda yang berpendidikan, menyiapkan dan memiliki
mental kewirausahaan dan dapat mempraktekan langsung dalam kehidupan
sehari-hari. Tidak hanya itu, kita harus memperoleh pengetahuan tentang
berwirausaha dengan mengikuti berbagai pelatihan, seminar, lomba dan lain-lain.
Kemampuan berwirausaha dapat diperoleh dari berbagai pelatihan – pelatihan,
seminar,atau dengan berinteraksi langsung kepada para pelaku wirausaha. Dengan
melakukan hal-hal tersebut kita bisa mendapatkan ilmu serta pelajaran wirausaha
dan langsung bisa terjun kedalam dunia usaha yang sangat luas.
Mahasiswa
yang diharapkan menjadi penerus intelek bangsa, diharapkan mampu membangun
bagsa indonesia yang lebih maju dan mampu menangani masalah – masalah yang
dimiliki bangsa ini, utamanya masalah ekonomi yang seakan – akan tidak habis –
habisnya diselesaikan. Kemiskinan, pengangguran, perekonomian tidak merata,
kenaikan harga bahan pokok tak terkendali, krisis ekonomi, dan lain sebagainya.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemuda entrepreneur yaitu pemuda berjiwa
wirausaha. Karena, dengan menjadi wirausaha lebih mandiri, bebas mengeksplor
segala bakat dan kemampuan yang dimiliki sehingga timbul rasa puas dalam diri
ketika melihat usaha yang kita bangun dengan keringat dan darah sendiri
akhirnya bisa sukses.
Pemuda
Indonesia sebagai penerus pemimpin masa depan Indonesia, pemuda bukan hanya
penonton yang hanya bisa bertepuk tangan. Pemudalah yang akan membangun masa
depan negeri ini, karena masa depan negeri ini akan di isi oleh pemuda masa
kini, jangan sampai pemuda mengizinkan generasi tua merusak karpet merah yang
akan pemuda isi dengan penuh integritas dan cinta akan tanah air. Pemuda harus
bisa merencanakan apa yang terbaik untuk negeri di masa mendatang, bukan
sekedar pengikut tanpa memiliki pendirian yang kuat. Harta dan Tahta tidak
cukup untuk membayar idealisme pemuda, maka pemuda juga harus membuktikan
dengan maha karya besar untuk negeri.
Dengan
menjadi seorang entrepreneur, ikut menyelamatkan hidup orang banyak dari jurang
kemiskinan dan kita juga turut memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan
ekonomi bangsa indonesia. Wirausahawan itu harus berfikir kreatif. Sehingga
bisa membuka lapangan pekerjaan dan terciptalah
perputaran uang buat si entrepreneur sama masyarakat.
Maka
dari itu, marilah menjadi insan mandiri yang berdaya saing tinggi juga
berdikari sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Tidak ada
yang tidak dapat dilakukan selagi mau berusaha. Dengan demikian, di tahun yang
mendatang telah memiliki pengalaman dalam membuat sebuah usaha yang menyerap
banyak pekerja. Pada akhirnya, jumlah pengangguran menurun dan negara
sejahtera.
No comments:
Post a Comment