Wednesday, June 27, 2018

Esai Lomba LKTI Tingkat Kabupaten Situbondo Harapan 3



MAHASISWA BERJIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN PEMANFAATAN DAUN KANGKUNG SEBAGAI SUMBER UANG
Karya Widya Tri Mauliyana
Pendahuluan
            Kewirausahaan atau “entrepreneurship” semakindirasakan urgensinya saat ini sebagai “the backbone of economy”, atau tulang punggung perekonomian suatu bangsa.Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Tanpa adanya mental kewirausahaan pada diri seseorang atau suatu bangsa, maka segala potensi, sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.
            Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) di Indonesia, jumlah pelaku wirausaha saat ini mengalami peningkatan. Dari populasi yang mencapai sekitar 250 juta penduduk (2016), porsi pelaku wirausaha sekitar 3,1%. Dengan demikian tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2% dari populasi jumlah penduduk, sebagai syarat minimal suatu masyarakat sejahtera.
            Dengan data diatas, bertumbuhnya wirausaha tidak lepas dari peran masyarakat bersama pemerintah yang terus mendorong serta swasta dan kalangan mahasiswa atau kampus. Sehingga kebutuhan akan tersedianya sejumlah wirausaha baru yang handal, tangguh serta ungggul menjadi kebutuhan yang perlu disiapkan melalui perencanaan yang jelas dan langkah – langkah yang konkrit serta konsisten dalam penyelenggaraannya.
            Dalam isu kewirausahaan golongan pemuda perlu memperoleh perhatian khusus. Selain sebagai nafas zaman, kaum mudalah yang senatiasa menjadi incaran pemasaran sebagai segmen pasar potensial. Posisi pemuda juga strategis dan khas secara budaya dan kondisi fisik serta emosional. Para pemuda juga yang nanti mengalami persoalan besar sebagai pembayar hutang bangsa, menghadapi persaingan global, serta paradigma kehidupan yang baru.
            Dengan pilihan menjadi wirausaha ini belum begitu banyak tumbuh di kalangan mahasiswa. Membludaknya pendaftar CPNS, mental menjadi selebritis dadakan atau politisi karbitan menunjukkan masih rendahnya karakter mental kewirausahaan pemuda kita. Tampak masih sangat kuat mental ambtenar, yaitu mengharapkan output pendidikan sebagai pekerja dalam diri generasi muda karena menganggap pegawai negeri memiliki status sosial yang cukup tinggi dan disegani.
            Padahal membangun karakter mental kewirausahaan pemuda memang tidak mudah. Selain kesadaran pemuda, dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif serta peran pemerintah dan pihak lainnya sangat dibutuhkan. Hal ini karena entrepreneurship sesungguhnya tidak sebatas profesi, namun lebih berkaitan dengan mindset dan mental seseorang yang dibutuhkan diberagam bidang kehidupan.
            Entrepreneurship membutuhkan kemampuan mengolah kesempatan, tantangan, dan resiko dalam tindakan nyata. Entrepreneurship butuh proses yang akan lahir seiring dengan pengalaman, eksperimen, informasi berbagai sumber, dan tidak sebatas pada pendidikan di sekolah. Seorang entrepreneurship membutuhkan mental dan semangat yang tinggi karena dihadapkan pada ketidakpastian. Mereka yang berhasil sebagai entrepreneurship adalah mereka yang mampu mengubah ketidakpastian menjadi kemungkinan dan mengubah kemungkinan menjadi kepastian.
            Entrepreneurship merupakan nilai dari suatu generasi. Tanpa entrepreneur maka suatu generasi akan kehilangan esensinya. Karena itu saatnya kita melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda melalui pengembangan mental kewirausahaan.Alumni perguruan tinggi harus didorong supaya berinisiatif menciptakan lapangan kerja. Demikian juga diperlukan dorongan lingkungan keluarga dimana para orang tua berani untuk mengarahkan anaknya meninggalkan “zona nyaman” dan berani untuk berkarya, berkreasi dan menciptakan nilai baru yang bermanfaat.
            Secara spesifik, tumbuhnya semangat dan kualitas kewirausahaan ini sangat bergantung pula pada lingkungan makro.Pemerintah dan masyarakat berperan menciptakan iklim investasi yang kondusif, peraturan persaingan usaha yang sehat, penegakan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu, serta modal sosial yang kuat. Bila tidak, walaupun melahirkan banyak pengusaha maka yang lahir sesungguhnya adalah “wirausahawan semu” yang muncul tidak lebih karena mental korupsi, dekat dengan kekuasaan atau karena nepotisme dan kolusi. Bangsa ini membutuhkan generasi baru wirausahawan yang ungggul (entrepreneurial excellence) yang memiliki karakter mental kewirausahaan seperti inovatif dan kreatif namun juga tangguh dan peduli.
            Menurut islam, Nilai-nilai kewirausahaan tercantum dalam Al-Qur’an. Dan Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, ”Hendaklah kamu berdagang karena di dalamnya terdapat 90% pintu rezeki.” (HR Ahmad bin Hambal). Nabi juga pernah bersabda tentang hal yang sama, ”Sesungguhnya, sebaik-sebaik mata pencarian adalah seorang pedagang.” (HR Baihaqy). Maka , being entrepreneur dalam Islam merupakan kewajiban yang menjadi ibadah bagi pelakunya. Bahkan, bekerja atau berwirausaha menjadi salah satu ciri orang yang beriman.Tidak mengherankan apabila Nabi Muhammad SAW dan sebagian besar sahabat adalah para pedagang dan entrepreneur mancanegara. Tidak berlebihan karenanya bila dikatakan bahwa etos entrepreneurship sudah melekat dan inheren dengan diri umat Islam. Saatnya kini umat Islam dan khususnya pemuda untuk bahu membahu dan bersinergi mengembangkan dan membangun karakter mental kewirausahaan masing-masing. Diharapkan motivasi ini lahir tidak sekedar motivasi materi belaka tapi didorong dengan kesadaran ruhiyah bahwa berwirausaha adalah sangat mulia dan merupakan ibadah.
            Secara tidak langsung, seorang wirausaha berperan sangat penting untuk mengurangi tingkat pengangguran yang menjadi masalah secara makro setiap tahunnya.Wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan. Kegiatan wirausaha sangat mendukung terciptanya negara yang makmur dalam hal perekonomian.

Isi
            Di zaman sekarang ini, para generasi muda yang bisa merubah keadaan negara yang terjajah industri asing yang berada di Indonesia. Padahal, para entrepreneur ini yang berkontribusi dalam kemakmuran Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan adanya entrepreneur, lapangan kerja akan meningkat, sehingga berdampak pada pengurangan jumlah pengangguran dan angka kemisikinan sehingga meningkatkan perekonomian negara.             Pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya tidak terlepas dari meningkatnya jumlah penduduk yang berjiwa wirausaha. Perekonomian yang baik berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang berwirausaha.
            Negara Indonesia yang nota bene masih sebagai negara berkembang yang mempunyai penduduk terbesar ke-4 dunia setelah China, Amerika Serikat dan India ini sangat membutuhkan jiwa – jiwa entrepreneurship untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk. Jadi, bukankah lebih baik jika kita menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, tidak perlu bergantung kepada orang lain ataupun instansi tertentu mengenai hidup kita sendiri.
                Indonesia terletak pada tempat yang begitu strategis, diantara dua benua dan dua samudera sehingga menjadi letak persimpangan jalur perdagangan dunia. Hampir berbagai manusia dari segala penjuru dunia pernah singgah di Indonesia. Negara Indonesia memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, dan disetiap inchi wilayahnya mempunyai kekayaan sumber daya alam yang sangat berharga dan melimpah ruah, menyimpan kekayaan alam baik hayati maupun tambang, tersimpan di lautan lepas. Tanah yang subur serta iklim tropis menjadikan tanahnya subur. Bisa dipastikan, Indonesia adalah negara yang syarat akan kekayaan. Indonesia kaya akan sumber daya alam di wilayahnya yang begitu luas. Sadar mengenai hal itu, sebenarnya manusia Indonesia mempunyai peluang besar untuk menciptakan nilai tambah dan memasarkan anugerah alam Indonesia dari tuhan yang maha agung untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, tentunya dengan tidak mengabaikan aspek lingkungan.
                Indonesia membutuhkan banyak Usaha Kecil Menengah  (UKM) agar mampu menciptakan kekuatan ekonomi bangsa yang sehat dan kokoh sehingga dapat bersaing dengan bangsa – bangsa lain. Karena, dalam berwirausaha kita belajar dari hal terkecil hingga usaha yang kita jalani menjadi besar dan sukses.
                Negara yang masih muda, dengan penduduk amat padat jelas menjadi tantangan serius untuk dapat mensejahterakan mereka. Langkah baik jika rakyat – rakyat Indonesia berpikir kreatif serta mandiri untuk menyejahterakan hidup mereka sendiri. Menjadi seorang wirausaha dinilai sebagai tindakan yang paling tepat untuk meningkatkan taraf hidup seseorang dan lebih jauhnya lagi juga berkontribusi untuk memperbaiki perekonomian dalam negeri. 
            Kebanyakan masyarakat Indonesia, merasa enggan berwirausaha karna pola pikir atau mainset yang ada di otak mereka yaitu memulai suatu usaha haruslah mempunyai modal yang besar serta bakat dan keterampilan yang dimiliki. Selain itu juga, adanya ketakutan akan resiko bisnis yang gagal dijalankan. Padahal, jika kita memiliki kisah – kisah entrepreneur sukses, mereka bisa memulai dengan modal yang kecil tapi berkat keuletan serta kesabaran, mereka dapat mengembangkannya menjadi usaha yang sukses. Dan beromset jutaan rupiah. Sedangkan, kegagalan dalam berwirausaha adalah hal yang lumrah terjadi. Seperti pepatah mengatakan, bersakit – sakit dahulu, bersenang – senang kemudian. Jika kita ingin sukses, maka harus ada kerikil – kerikil tajam yang harus kita lewati agar kita bisa berdiri di puncak.
            Saat ini, pengangguran tidak hanya berstatus lulusan SD, SMP, maupun SMA, tapi banyak juga diantaranya para sarjana. Persaingan yang semakin tinggi dikarenakan, semakin banyaknya sarjana -  sarjana yang dicetak setiap tahunnya tidak diimbangi dengan kenaikan jumlah lapangan pekerjaan dan juga tidak ada yang bisa menjamin bahwa seorang sarjana dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan .
            Sebagai calon mahasiswa, kita harus benar- benar jeli dalam melihat setiap peluang dan kesempatan yang ada, serta harus pandai – pandai mengasah otak kita agar bisa menjadi entrepreneur. Mahasiswa hendaknya tidak hanya fokus pada perolehan prestasi dan nilai akademis saja, tapi juga bagaimana hidup mereka setelah lulus dan menjadi sarjana kelak.   Bibit wirausaha harus ditanamkan sejak dini agar kita mampu menghadapi kegagalan dan tetap fokus, ulet serta tekun meniti usaha kita. Di zaman serba canggih sekarang ini, pemuda berjiwa wirausaha dengan profesionalitas tinggi sangat dibutuhkan guna menghadapi arus globalisasi. Gerakan kewirausahaan sebagai salah satu gerakan agar para lulusan perguruan tinggi tidak selalu menjadi pekerja di perusahaan besar, utamanya perusahaan asing. Mahasiswa harusnya bisa membuat suatu usaha mandiri yang bisa bermanfaat untuk khalayak, mahasiswa sudah tidak perlu memikirkan perusahaan ternama lagi setelah kuliah, tetapi bisa membuat usaha mandiri, membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain. Karena, sesungguhnya negara tidak akan pernah bisa maju ditangan pemuda yang loyo, malas, tidak berilmu, tidak produktif, tidak kreatif serta tidak mempunyai keahlian.
            Di Situbondo saja, banyak para mahasiswa yang berlomba – lomba salah satunya berbisnis online. Dengan alasan tidak butuh modal banyak sehingga mahasiswa saat ini banyak yang menggeluti bisnis ini. Tidak banyak dari mereka yang menyadari bahwa berbisnis online hanya untung – untungan saja. Sebagian dari mereka memilih berwirausaha dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan inovasi dan kreatifitas menjadi barang atau jasa, sehingga menjadi alternatif yang bernilai. Seperti seorang mahasiswa desa, mengkreasikan minuman “Es Cendol” yang dibuat dari bahan dasar kangkung.
            Es Cendol merupakan minuman khas Sunda yang dahulu terbuat dari tepung hunkwe, namun kini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah "cendol" mungkin sekali berasal dari kata "jendol", yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Indonesia. Hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala meminum es cendol. Cendol merupakan minuman yang menyegarkan, terbuat dari bahan alami yang tentunya banyak sekali mengandung vitamin.Sedangkan kangkung adalah bahan makanan yang memiliki gizi dan kandungan zat besi yang banyak.
            Hingga saat ini, masih banyak orang yang menganggap sepele sayur kangkung, padahal kandungan gizinya cukup banyak. Bahkan sangat bagus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Kandungan nutrisi dalam kangkung juga bermanfaat untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan. Beberapa kandungan gizi pada tanaman kangkung per 100 gram (3,5 oz). Kangkung mengandung karbohidrat sebesar 3,14 gram, energi sebesar 79 kJ atau 19 kcal, serat makanan 2,1 gram, lemak 0,2 gram dan protein 2,6 gram. Semua kandungan tersebut merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas.
            Selain itu, kangkung mengandung banyak vitamin seperti beta karoten atau Vitamin A equiv. (39%) 315 ug, Tiamin (B1) (3%) 0,03 mg, Riboflavin (B2) (8%) 0,1 mg, Niacin (B3) (6%) 0,9 mg, Asam pantotenat (B5) (3%) 0,141 mg, Vitamin B6 (7%) 0,096 mg, Folat (B9) (14%) 57 ug, dan Vitamin C (66%) 55 mg. Dengan segala nutrisi tersebut tidak heran bila kangkung sangat baik untuk perkembangan janin. Ada pula kandungan mineral pada kangkung yang juga sangat dibutuhkan oleh tubuh meski dalam jumlah kecil seperti Kalsium (8%) 77 mg, Besi (13%) 1,67 mg, Magnesium (20%) 71 mg, Mangan (8%) 0,16 mg, Fosfor (6%) 39 mg, Kalium (7%) 312 mg, Sodium (8%) 113 mg, dan Zinc (2%) 0,18 mg. Kangkung juga mengandung hentriakontan dan sitosterol. Mineral-mineral ini dapat membantu aktivitas sel dan organ tubuh berfungsi dengan baik.
            Setelah mengetahui kandungan nutrisi dari sayur kangkung, banyak manfaat dari kangkung yang baik untuk tubuh. Seperti kangkung sebagai sumber zat besi,Tubuh membutuhkan zat besi untuk membantu pembentukan sel darah merah. Sebagai mengatasi insomnia atau susah tidur. Membantu pembentukan tulang pada janin, tidak hanya memberikan manfaat bagi orang – orang. Bahkan janin bisa mendapatkan manfaat dari kangkung. Melancarkan pencernaan, akibat kurang serat dapat mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan buang air besar. Menjaga kesehatan mata agar fungsi mata tetap dalam keadaan optimal. Detoksifikasi racun dalam tubuh, seringkali terpapar polusi dan terkontaminasi dengan makanan yang banyak mengandung bahan kimia. Salah satu upaya untuk mengeluarkan racun tersebut adalah dengan mengkonsumsi kangkung.
            Kangkung sebagai program diet yang terdapat kalori dalam jumlah yang kecil, sedangkan kaya akan serat. Mengatasi sariawan dan gusi berdarah, masalah yang sering dialami di sekitar mulut adalah timbulnya sariawan dan gusi berdarah. Kondisi tersebut muncul karena tubuh kekurangan vitamin C. Mencegah dan mengatasi penyakit diabetes mellitus dapat menyerang siapa saja yang memiliki pola makan dan hidup yang buruk. Mengatasi penyakit kuning, terjadi sebagai pertanda ada yang tidak beres dengan fungsi hati.
            Kangkung bermanfaat mengobati sakit gigi dan gusi bengak, mengobati nyeri haid, menghilangkan ketombe, mengatasi mual pada ibu hamil, meningkatkan kualitas otak,
menjaga kesehatan jantung, mengobati ambeien, mengatasi sembelit, menurunkan kadar kolesterol, mengobati mimisan, sumber antioksidan, melancarkan air seni, mengobati bisul.
            Kangkung tidak hanya menggugah nafsu makan namun juga memberikan khasiat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh. Kini, seorang mahasiswa memanfaatkan kangkung tua sebagai bahan dasar utama pembuatan es cendol.Tidak hanya murah, kangkung sangat bermanfaat bagi tubuh.Tumbuhan kangkung juga banyak ditemukan di daerah Situbondo. Kangkung sangat mudah ditanam, dan masa panen yang cukup singkat.Kangkung sangat familiar di tengah masyarakat Indonesia, dan sayuran ini seringkali dikonsumsi sebagai menu sehari-hari. Banyak yang menyukai kangkung, apalagi jika diolah menjadi es cendol pasti langsung menggugah selera. Namun,dibalik kenikmatannya kangkung memiliki segudang manfaat terutama bagi kesehatan. Manfaat kangkung ini bisa kita peroleh dengan mudah karena kangkung mudah didapat.
            Bermula dari melihat ibu yang pulang dari pasar sambil membawa sebuah kangkung yang akan dimasak hanya mengambil kangkung muda, sedangkan kangkung tua yang tidak layak untuk di jual diberikan hanya untuk pakan ternak. Padahal, kangkung adalah sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari.Setelah memperhatikan beberapa manfaat kangkung bagi kesehatan, mencari jalan keluar agar sayuran hijau yang satu ini dapat digunakan baik itu yang muda maupun yang tua. Kangkung yang tua tidak hanya untuk pakan ternak saja.
            Ditangan generasi saat ini, daun kangkung telah digunakan sebagai bahan utama bisnisnya. Dengan berbekal dukungan orang tua, hingga bisa terciptanya es cendol kangkung. Pembuatannya sangat mudah dengan bahan seperti, daun kangkung tua, tepung beras, garam, gula pasir, air kapur sirih cair, air bersih, gula jawa dan santan. Proses pembuatannya, pertama cuci bersih daun kangkung tua dan haluskan. Kedua, didihkan daun kangkung tua yang telah halus lalu campurkan tepung beras, garam, gula pasir, air kapur sirih cair, dan air bersih. Ketiga, ambil cetakan cendol dan mangkong berisi air, lalu cetak. Selanjutnya, didihkan gula jawa dengan air hingga cair. Keempat, es cendol siap dipasarkan.
            Pemasaran es cendol kangkung ini belum meluas di daerah Situbondo. Hanya sekitar desa saja. Karena factor dana yang menjadi penghambat. Meskipun belum meluas, usaha ini cukup menambah isi dompet. Usaha ini merupakan factor mengurangi pengangguran yang terjadi di Indonesia. Usaha es cendol kangkung juga bisa memotivasi kalangan mahasiswa untuk berwirausaha dengan terus berkarya.

Kesimpulan
            Untuk mengatasi permasalahan  tersebut  ada salah satu solusi yang bisa dilaksanakan yaitu melalui penggalian potensi yang dimiliki desa. Potensi tersebut dapat berupa sumber daya alam, jumlah penduduk dengan usia produktif  yang besar,  dan lain-lain. Modal dasar yang telah dimiliki tadi, dapat dimanifestasikan ke dalam usaha-usaha yang bersifat produktif, pembinaan kewirausahan yang belum ada maupun peningkatan kewirausahaan yang selama ini telah eksis. pemuda desa harus diyakinkan bahwa mereka sebenarnya mampu dan layak mendapat tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
            Hanya upaya – upaya produktif yang berasal dari desa harus ditumbuh kembangkan agar tidak berhenti di tengah jalan. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan kepada mahasiswa yang berkesinambungan. Keberadaan pihak-pihak yang terkait sangat diperlukan, misalnya tambahan modal, perluasan pemasaran, peningkatan kemampuan dalam berusaha/berwirausaha (management) dan sebagainya.
            Secara sederhana seorang wirausaha adalah adalah seseorang yang mampu mengatur, menjalankan, menanggung resiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang ditempuhnya dalam dunia usaha. Para wirausahawan dengan sifat alamiahnya tidak mengenal golongan karena di dapat berupa seorang laki-laki muda yang menjual kaset musiknya di pasar, seorang wanita muda yang menjual hasil lilin hasil buatannya sendiri, atau sepasang suami istri yang memasok barang-barang kebutuhan rumah tangga.  Dia bisa bekerja sendirian seperti mengambil barang dagangan dan menjualnya di pasar-pasar atau bisa mengolah hasil panen di desanya untuk dipasarkan dalam bentuk yang berbeda dari aslinya. Yang terpenting adalah tidak menggantungkan hidupnya dengan orang lain, bersifat mandiri dan memenuhi kebutuhannya sendiri.
      Seorang wirausahawan dapat berkembang dari minat atau bakat yang mereka miliki, akan tetapi kreatifitas dalam berusaha justru akan membantu kelancaran usahanya. Ada beberapa watak seorang wirausahawan yang harus dipahami dalam menjalankan sebuah usaha. Berikut ada 7 langkah yang perlu di ikuti berikut ini :
1.      Disiplin diri, yaitu selalu berpegang teguh komitmen atau mematuhi aturan yang dibuatnya sendiri.
2.      Rincian, yaitu usaha-usaha kreatif yang selalu belajar mendisiplinkan diri untuk berurusan dengan rincian-rincian sepeti keuangan, pendataan/administrasi dan pembuatan rencana-rencana kegiatan.
3.      Menghargai, yaitu memberikan penghargaan atas hasil yang diterima. Guna watak ini adalah selalu memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri dan menghargai hasil karya.
4.      Kreativitas, yaitu semakin kita berbeda dalam menghasilkan sebuah produk yang dibutuhkan pasar akan berkecenderungan untuk diminati.
5.      Bentuk atau Gaya, yaitu bagaimana seorang wirausahawan akan membentuk karakter diri dan produk yang membedakan dengan orang dan produk lain.
6.      Keluwesan, yaitu mampu untuk menyesuaikan diri dan mampu melihat berbagai cara pemecahan suatu masalah.
7.      Komitmen, yaitu keteguhan untuk melakukan sesuatu yang kita yakini dalam perbuatan dan tidak menjadikan contoh yang negatif.

            Dewasa ini, seorang wirausahawan tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan menciptakan sesuatu yang berbeda, kreatif, dan inovatif saja. Namun seorang wirausahawan harus berkarakter. Karakter yang dimaksud ialah karakter yang sehat yang sesuai dengan budaya dan kearifan masyarakat Indonesia melalui konsep Characterpreneurship (Hernandar, 2012). Tujuan berbisnis atau berwirausaha bukan hanya mencari kuntungan semata, tetapi juga orangnya harus berkarakter. Characterpreneurship berpegang pada nilai atau etika bisnis, anti korupsi, pembelaan terhadap produk dalam negeri, menciptakan lapangan kerja dan tentunya memberikan berkah bagi masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa menjadi wirausaha yang berkarakter sangatlah penting, karena hal tersebut tidak hanya membawa kesuksesan bagi wirausaha itu sendiri, namun juga mampu membawa kesuksesan bagi Indonesia. Wibowo (2010) menuturkan bahwa karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90% kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk
            Sebaiknya mahasiswa sebagai generasi muda yang berpendidikan, menyiapkan dan memiliki mental kewirausahaan dan dapat mempraktekan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, kita harus memperoleh pengetahuan tentang berwirausaha dengan mengikuti berbagai pelatihan, seminar, lomba dan lain-lain. Kemampuan berwirausaha dapat diperoleh dari berbagai pelatihan – pelatihan, seminar,atau dengan berinteraksi langsung kepada para pelaku wirausaha. Dengan melakukan hal-hal tersebut kita bisa mendapatkan ilmu serta pelajaran wirausaha dan langsung bisa terjun kedalam dunia usaha yang sangat luas.
            Mahasiswa yang diharapkan menjadi penerus intelek bangsa, diharapkan mampu membangun bagsa indonesia yang lebih maju dan mampu menangani masalah – masalah yang dimiliki bangsa ini, utamanya masalah ekonomi yang seakan – akan tidak habis – habisnya diselesaikan. Kemiskinan, pengangguran, perekonomian tidak merata, kenaikan harga bahan pokok tak terkendali, krisis ekonomi, dan lain sebagainya. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemuda entrepreneur yaitu pemuda berjiwa wirausaha. Karena, dengan menjadi wirausaha lebih mandiri, bebas mengeksplor segala bakat dan kemampuan yang dimiliki sehingga timbul rasa puas dalam diri ketika melihat usaha yang kita bangun dengan keringat dan darah sendiri akhirnya bisa sukses.
            Pemuda Indonesia sebagai penerus pemimpin masa depan Indonesia, pemuda bukan hanya penonton yang hanya bisa bertepuk tangan. Pemudalah yang akan membangun masa depan negeri ini, karena masa depan negeri ini akan di isi oleh pemuda masa kini, jangan sampai pemuda mengizinkan generasi tua merusak karpet merah yang akan pemuda isi dengan penuh integritas dan cinta akan tanah air. Pemuda harus bisa merencanakan apa yang terbaik untuk negeri di masa mendatang, bukan sekedar pengikut tanpa memiliki pendirian yang kuat. Harta dan Tahta tidak cukup untuk membayar idealisme pemuda, maka pemuda juga harus membuktikan dengan maha karya besar untuk negeri.
            Dengan menjadi seorang entrepreneur, ikut menyelamatkan hidup orang banyak dari jurang kemiskinan dan kita juga turut memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa indonesia. Wirausahawan itu harus berfikir kreatif. Sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan dan terciptalah  perputaran uang buat si entrepreneur sama masyarakat.
            Maka dari itu, marilah menjadi insan mandiri yang berdaya saing tinggi juga berdikari sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Tidak ada yang tidak dapat dilakukan selagi mau berusaha. Dengan demikian, di tahun yang mendatang telah memiliki pengalaman dalam membuat sebuah usaha yang menyerap banyak pekerja. Pada akhirnya, jumlah pengangguran menurun dan negara sejahtera.
          
           

No comments:

Post a Comment

Cerpen untuk Ayah

Demi Gelar Sarjana untuk Ayah “Aydiw” Kringg..kringgg..kringg Suara ponsel berdering keras mengusik ke ramaian ruangan kerja, ternya...