Wednesday, June 27, 2018

Esai Lomba LKTI Tingkat Kabupaten Situbondo Harapan 3



MAHASISWA BERJIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN PEMANFAATAN DAUN KANGKUNG SEBAGAI SUMBER UANG
Karya Widya Tri Mauliyana
Pendahuluan
            Kewirausahaan atau “entrepreneurship” semakindirasakan urgensinya saat ini sebagai “the backbone of economy”, atau tulang punggung perekonomian suatu bangsa.Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Tanpa adanya mental kewirausahaan pada diri seseorang atau suatu bangsa, maka segala potensi, sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.
            Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) di Indonesia, jumlah pelaku wirausaha saat ini mengalami peningkatan. Dari populasi yang mencapai sekitar 250 juta penduduk (2016), porsi pelaku wirausaha sekitar 3,1%. Dengan demikian tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2% dari populasi jumlah penduduk, sebagai syarat minimal suatu masyarakat sejahtera.
            Dengan data diatas, bertumbuhnya wirausaha tidak lepas dari peran masyarakat bersama pemerintah yang terus mendorong serta swasta dan kalangan mahasiswa atau kampus. Sehingga kebutuhan akan tersedianya sejumlah wirausaha baru yang handal, tangguh serta ungggul menjadi kebutuhan yang perlu disiapkan melalui perencanaan yang jelas dan langkah – langkah yang konkrit serta konsisten dalam penyelenggaraannya.
            Dalam isu kewirausahaan golongan pemuda perlu memperoleh perhatian khusus. Selain sebagai nafas zaman, kaum mudalah yang senatiasa menjadi incaran pemasaran sebagai segmen pasar potensial. Posisi pemuda juga strategis dan khas secara budaya dan kondisi fisik serta emosional. Para pemuda juga yang nanti mengalami persoalan besar sebagai pembayar hutang bangsa, menghadapi persaingan global, serta paradigma kehidupan yang baru.
            Dengan pilihan menjadi wirausaha ini belum begitu banyak tumbuh di kalangan mahasiswa. Membludaknya pendaftar CPNS, mental menjadi selebritis dadakan atau politisi karbitan menunjukkan masih rendahnya karakter mental kewirausahaan pemuda kita. Tampak masih sangat kuat mental ambtenar, yaitu mengharapkan output pendidikan sebagai pekerja dalam diri generasi muda karena menganggap pegawai negeri memiliki status sosial yang cukup tinggi dan disegani.
            Padahal membangun karakter mental kewirausahaan pemuda memang tidak mudah. Selain kesadaran pemuda, dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif serta peran pemerintah dan pihak lainnya sangat dibutuhkan. Hal ini karena entrepreneurship sesungguhnya tidak sebatas profesi, namun lebih berkaitan dengan mindset dan mental seseorang yang dibutuhkan diberagam bidang kehidupan.
            Entrepreneurship membutuhkan kemampuan mengolah kesempatan, tantangan, dan resiko dalam tindakan nyata. Entrepreneurship butuh proses yang akan lahir seiring dengan pengalaman, eksperimen, informasi berbagai sumber, dan tidak sebatas pada pendidikan di sekolah. Seorang entrepreneurship membutuhkan mental dan semangat yang tinggi karena dihadapkan pada ketidakpastian. Mereka yang berhasil sebagai entrepreneurship adalah mereka yang mampu mengubah ketidakpastian menjadi kemungkinan dan mengubah kemungkinan menjadi kepastian.
            Entrepreneurship merupakan nilai dari suatu generasi. Tanpa entrepreneur maka suatu generasi akan kehilangan esensinya. Karena itu saatnya kita melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda melalui pengembangan mental kewirausahaan.Alumni perguruan tinggi harus didorong supaya berinisiatif menciptakan lapangan kerja. Demikian juga diperlukan dorongan lingkungan keluarga dimana para orang tua berani untuk mengarahkan anaknya meninggalkan “zona nyaman” dan berani untuk berkarya, berkreasi dan menciptakan nilai baru yang bermanfaat.
            Secara spesifik, tumbuhnya semangat dan kualitas kewirausahaan ini sangat bergantung pula pada lingkungan makro.Pemerintah dan masyarakat berperan menciptakan iklim investasi yang kondusif, peraturan persaingan usaha yang sehat, penegakan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu, serta modal sosial yang kuat. Bila tidak, walaupun melahirkan banyak pengusaha maka yang lahir sesungguhnya adalah “wirausahawan semu” yang muncul tidak lebih karena mental korupsi, dekat dengan kekuasaan atau karena nepotisme dan kolusi. Bangsa ini membutuhkan generasi baru wirausahawan yang ungggul (entrepreneurial excellence) yang memiliki karakter mental kewirausahaan seperti inovatif dan kreatif namun juga tangguh dan peduli.
            Menurut islam, Nilai-nilai kewirausahaan tercantum dalam Al-Qur’an. Dan Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, ”Hendaklah kamu berdagang karena di dalamnya terdapat 90% pintu rezeki.” (HR Ahmad bin Hambal). Nabi juga pernah bersabda tentang hal yang sama, ”Sesungguhnya, sebaik-sebaik mata pencarian adalah seorang pedagang.” (HR Baihaqy). Maka , being entrepreneur dalam Islam merupakan kewajiban yang menjadi ibadah bagi pelakunya. Bahkan, bekerja atau berwirausaha menjadi salah satu ciri orang yang beriman.Tidak mengherankan apabila Nabi Muhammad SAW dan sebagian besar sahabat adalah para pedagang dan entrepreneur mancanegara. Tidak berlebihan karenanya bila dikatakan bahwa etos entrepreneurship sudah melekat dan inheren dengan diri umat Islam. Saatnya kini umat Islam dan khususnya pemuda untuk bahu membahu dan bersinergi mengembangkan dan membangun karakter mental kewirausahaan masing-masing. Diharapkan motivasi ini lahir tidak sekedar motivasi materi belaka tapi didorong dengan kesadaran ruhiyah bahwa berwirausaha adalah sangat mulia dan merupakan ibadah.
            Secara tidak langsung, seorang wirausaha berperan sangat penting untuk mengurangi tingkat pengangguran yang menjadi masalah secara makro setiap tahunnya.Wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan. Kegiatan wirausaha sangat mendukung terciptanya negara yang makmur dalam hal perekonomian.

Isi
            Di zaman sekarang ini, para generasi muda yang bisa merubah keadaan negara yang terjajah industri asing yang berada di Indonesia. Padahal, para entrepreneur ini yang berkontribusi dalam kemakmuran Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan adanya entrepreneur, lapangan kerja akan meningkat, sehingga berdampak pada pengurangan jumlah pengangguran dan angka kemisikinan sehingga meningkatkan perekonomian negara.             Pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya tidak terlepas dari meningkatnya jumlah penduduk yang berjiwa wirausaha. Perekonomian yang baik berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang berwirausaha.
            Negara Indonesia yang nota bene masih sebagai negara berkembang yang mempunyai penduduk terbesar ke-4 dunia setelah China, Amerika Serikat dan India ini sangat membutuhkan jiwa – jiwa entrepreneurship untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk. Jadi, bukankah lebih baik jika kita menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, tidak perlu bergantung kepada orang lain ataupun instansi tertentu mengenai hidup kita sendiri.
                Indonesia terletak pada tempat yang begitu strategis, diantara dua benua dan dua samudera sehingga menjadi letak persimpangan jalur perdagangan dunia. Hampir berbagai manusia dari segala penjuru dunia pernah singgah di Indonesia. Negara Indonesia memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, dan disetiap inchi wilayahnya mempunyai kekayaan sumber daya alam yang sangat berharga dan melimpah ruah, menyimpan kekayaan alam baik hayati maupun tambang, tersimpan di lautan lepas. Tanah yang subur serta iklim tropis menjadikan tanahnya subur. Bisa dipastikan, Indonesia adalah negara yang syarat akan kekayaan. Indonesia kaya akan sumber daya alam di wilayahnya yang begitu luas. Sadar mengenai hal itu, sebenarnya manusia Indonesia mempunyai peluang besar untuk menciptakan nilai tambah dan memasarkan anugerah alam Indonesia dari tuhan yang maha agung untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, tentunya dengan tidak mengabaikan aspek lingkungan.
                Indonesia membutuhkan banyak Usaha Kecil Menengah  (UKM) agar mampu menciptakan kekuatan ekonomi bangsa yang sehat dan kokoh sehingga dapat bersaing dengan bangsa – bangsa lain. Karena, dalam berwirausaha kita belajar dari hal terkecil hingga usaha yang kita jalani menjadi besar dan sukses.
                Negara yang masih muda, dengan penduduk amat padat jelas menjadi tantangan serius untuk dapat mensejahterakan mereka. Langkah baik jika rakyat – rakyat Indonesia berpikir kreatif serta mandiri untuk menyejahterakan hidup mereka sendiri. Menjadi seorang wirausaha dinilai sebagai tindakan yang paling tepat untuk meningkatkan taraf hidup seseorang dan lebih jauhnya lagi juga berkontribusi untuk memperbaiki perekonomian dalam negeri. 
            Kebanyakan masyarakat Indonesia, merasa enggan berwirausaha karna pola pikir atau mainset yang ada di otak mereka yaitu memulai suatu usaha haruslah mempunyai modal yang besar serta bakat dan keterampilan yang dimiliki. Selain itu juga, adanya ketakutan akan resiko bisnis yang gagal dijalankan. Padahal, jika kita memiliki kisah – kisah entrepreneur sukses, mereka bisa memulai dengan modal yang kecil tapi berkat keuletan serta kesabaran, mereka dapat mengembangkannya menjadi usaha yang sukses. Dan beromset jutaan rupiah. Sedangkan, kegagalan dalam berwirausaha adalah hal yang lumrah terjadi. Seperti pepatah mengatakan, bersakit – sakit dahulu, bersenang – senang kemudian. Jika kita ingin sukses, maka harus ada kerikil – kerikil tajam yang harus kita lewati agar kita bisa berdiri di puncak.
            Saat ini, pengangguran tidak hanya berstatus lulusan SD, SMP, maupun SMA, tapi banyak juga diantaranya para sarjana. Persaingan yang semakin tinggi dikarenakan, semakin banyaknya sarjana -  sarjana yang dicetak setiap tahunnya tidak diimbangi dengan kenaikan jumlah lapangan pekerjaan dan juga tidak ada yang bisa menjamin bahwa seorang sarjana dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan .
            Sebagai calon mahasiswa, kita harus benar- benar jeli dalam melihat setiap peluang dan kesempatan yang ada, serta harus pandai – pandai mengasah otak kita agar bisa menjadi entrepreneur. Mahasiswa hendaknya tidak hanya fokus pada perolehan prestasi dan nilai akademis saja, tapi juga bagaimana hidup mereka setelah lulus dan menjadi sarjana kelak.   Bibit wirausaha harus ditanamkan sejak dini agar kita mampu menghadapi kegagalan dan tetap fokus, ulet serta tekun meniti usaha kita. Di zaman serba canggih sekarang ini, pemuda berjiwa wirausaha dengan profesionalitas tinggi sangat dibutuhkan guna menghadapi arus globalisasi. Gerakan kewirausahaan sebagai salah satu gerakan agar para lulusan perguruan tinggi tidak selalu menjadi pekerja di perusahaan besar, utamanya perusahaan asing. Mahasiswa harusnya bisa membuat suatu usaha mandiri yang bisa bermanfaat untuk khalayak, mahasiswa sudah tidak perlu memikirkan perusahaan ternama lagi setelah kuliah, tetapi bisa membuat usaha mandiri, membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain. Karena, sesungguhnya negara tidak akan pernah bisa maju ditangan pemuda yang loyo, malas, tidak berilmu, tidak produktif, tidak kreatif serta tidak mempunyai keahlian.
            Di Situbondo saja, banyak para mahasiswa yang berlomba – lomba salah satunya berbisnis online. Dengan alasan tidak butuh modal banyak sehingga mahasiswa saat ini banyak yang menggeluti bisnis ini. Tidak banyak dari mereka yang menyadari bahwa berbisnis online hanya untung – untungan saja. Sebagian dari mereka memilih berwirausaha dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan inovasi dan kreatifitas menjadi barang atau jasa, sehingga menjadi alternatif yang bernilai. Seperti seorang mahasiswa desa, mengkreasikan minuman “Es Cendol” yang dibuat dari bahan dasar kangkung.
            Es Cendol merupakan minuman khas Sunda yang dahulu terbuat dari tepung hunkwe, namun kini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah "cendol" mungkin sekali berasal dari kata "jendol", yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Indonesia. Hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala meminum es cendol. Cendol merupakan minuman yang menyegarkan, terbuat dari bahan alami yang tentunya banyak sekali mengandung vitamin.Sedangkan kangkung adalah bahan makanan yang memiliki gizi dan kandungan zat besi yang banyak.
            Hingga saat ini, masih banyak orang yang menganggap sepele sayur kangkung, padahal kandungan gizinya cukup banyak. Bahkan sangat bagus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Kandungan nutrisi dalam kangkung juga bermanfaat untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan. Beberapa kandungan gizi pada tanaman kangkung per 100 gram (3,5 oz). Kangkung mengandung karbohidrat sebesar 3,14 gram, energi sebesar 79 kJ atau 19 kcal, serat makanan 2,1 gram, lemak 0,2 gram dan protein 2,6 gram. Semua kandungan tersebut merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas.
            Selain itu, kangkung mengandung banyak vitamin seperti beta karoten atau Vitamin A equiv. (39%) 315 ug, Tiamin (B1) (3%) 0,03 mg, Riboflavin (B2) (8%) 0,1 mg, Niacin (B3) (6%) 0,9 mg, Asam pantotenat (B5) (3%) 0,141 mg, Vitamin B6 (7%) 0,096 mg, Folat (B9) (14%) 57 ug, dan Vitamin C (66%) 55 mg. Dengan segala nutrisi tersebut tidak heran bila kangkung sangat baik untuk perkembangan janin. Ada pula kandungan mineral pada kangkung yang juga sangat dibutuhkan oleh tubuh meski dalam jumlah kecil seperti Kalsium (8%) 77 mg, Besi (13%) 1,67 mg, Magnesium (20%) 71 mg, Mangan (8%) 0,16 mg, Fosfor (6%) 39 mg, Kalium (7%) 312 mg, Sodium (8%) 113 mg, dan Zinc (2%) 0,18 mg. Kangkung juga mengandung hentriakontan dan sitosterol. Mineral-mineral ini dapat membantu aktivitas sel dan organ tubuh berfungsi dengan baik.
            Setelah mengetahui kandungan nutrisi dari sayur kangkung, banyak manfaat dari kangkung yang baik untuk tubuh. Seperti kangkung sebagai sumber zat besi,Tubuh membutuhkan zat besi untuk membantu pembentukan sel darah merah. Sebagai mengatasi insomnia atau susah tidur. Membantu pembentukan tulang pada janin, tidak hanya memberikan manfaat bagi orang – orang. Bahkan janin bisa mendapatkan manfaat dari kangkung. Melancarkan pencernaan, akibat kurang serat dapat mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan buang air besar. Menjaga kesehatan mata agar fungsi mata tetap dalam keadaan optimal. Detoksifikasi racun dalam tubuh, seringkali terpapar polusi dan terkontaminasi dengan makanan yang banyak mengandung bahan kimia. Salah satu upaya untuk mengeluarkan racun tersebut adalah dengan mengkonsumsi kangkung.
            Kangkung sebagai program diet yang terdapat kalori dalam jumlah yang kecil, sedangkan kaya akan serat. Mengatasi sariawan dan gusi berdarah, masalah yang sering dialami di sekitar mulut adalah timbulnya sariawan dan gusi berdarah. Kondisi tersebut muncul karena tubuh kekurangan vitamin C. Mencegah dan mengatasi penyakit diabetes mellitus dapat menyerang siapa saja yang memiliki pola makan dan hidup yang buruk. Mengatasi penyakit kuning, terjadi sebagai pertanda ada yang tidak beres dengan fungsi hati.
            Kangkung bermanfaat mengobati sakit gigi dan gusi bengak, mengobati nyeri haid, menghilangkan ketombe, mengatasi mual pada ibu hamil, meningkatkan kualitas otak,
menjaga kesehatan jantung, mengobati ambeien, mengatasi sembelit, menurunkan kadar kolesterol, mengobati mimisan, sumber antioksidan, melancarkan air seni, mengobati bisul.
            Kangkung tidak hanya menggugah nafsu makan namun juga memberikan khasiat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh. Kini, seorang mahasiswa memanfaatkan kangkung tua sebagai bahan dasar utama pembuatan es cendol.Tidak hanya murah, kangkung sangat bermanfaat bagi tubuh.Tumbuhan kangkung juga banyak ditemukan di daerah Situbondo. Kangkung sangat mudah ditanam, dan masa panen yang cukup singkat.Kangkung sangat familiar di tengah masyarakat Indonesia, dan sayuran ini seringkali dikonsumsi sebagai menu sehari-hari. Banyak yang menyukai kangkung, apalagi jika diolah menjadi es cendol pasti langsung menggugah selera. Namun,dibalik kenikmatannya kangkung memiliki segudang manfaat terutama bagi kesehatan. Manfaat kangkung ini bisa kita peroleh dengan mudah karena kangkung mudah didapat.
            Bermula dari melihat ibu yang pulang dari pasar sambil membawa sebuah kangkung yang akan dimasak hanya mengambil kangkung muda, sedangkan kangkung tua yang tidak layak untuk di jual diberikan hanya untuk pakan ternak. Padahal, kangkung adalah sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari.Setelah memperhatikan beberapa manfaat kangkung bagi kesehatan, mencari jalan keluar agar sayuran hijau yang satu ini dapat digunakan baik itu yang muda maupun yang tua. Kangkung yang tua tidak hanya untuk pakan ternak saja.
            Ditangan generasi saat ini, daun kangkung telah digunakan sebagai bahan utama bisnisnya. Dengan berbekal dukungan orang tua, hingga bisa terciptanya es cendol kangkung. Pembuatannya sangat mudah dengan bahan seperti, daun kangkung tua, tepung beras, garam, gula pasir, air kapur sirih cair, air bersih, gula jawa dan santan. Proses pembuatannya, pertama cuci bersih daun kangkung tua dan haluskan. Kedua, didihkan daun kangkung tua yang telah halus lalu campurkan tepung beras, garam, gula pasir, air kapur sirih cair, dan air bersih. Ketiga, ambil cetakan cendol dan mangkong berisi air, lalu cetak. Selanjutnya, didihkan gula jawa dengan air hingga cair. Keempat, es cendol siap dipasarkan.
            Pemasaran es cendol kangkung ini belum meluas di daerah Situbondo. Hanya sekitar desa saja. Karena factor dana yang menjadi penghambat. Meskipun belum meluas, usaha ini cukup menambah isi dompet. Usaha ini merupakan factor mengurangi pengangguran yang terjadi di Indonesia. Usaha es cendol kangkung juga bisa memotivasi kalangan mahasiswa untuk berwirausaha dengan terus berkarya.

Kesimpulan
            Untuk mengatasi permasalahan  tersebut  ada salah satu solusi yang bisa dilaksanakan yaitu melalui penggalian potensi yang dimiliki desa. Potensi tersebut dapat berupa sumber daya alam, jumlah penduduk dengan usia produktif  yang besar,  dan lain-lain. Modal dasar yang telah dimiliki tadi, dapat dimanifestasikan ke dalam usaha-usaha yang bersifat produktif, pembinaan kewirausahan yang belum ada maupun peningkatan kewirausahaan yang selama ini telah eksis. pemuda desa harus diyakinkan bahwa mereka sebenarnya mampu dan layak mendapat tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
            Hanya upaya – upaya produktif yang berasal dari desa harus ditumbuh kembangkan agar tidak berhenti di tengah jalan. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan kepada mahasiswa yang berkesinambungan. Keberadaan pihak-pihak yang terkait sangat diperlukan, misalnya tambahan modal, perluasan pemasaran, peningkatan kemampuan dalam berusaha/berwirausaha (management) dan sebagainya.
            Secara sederhana seorang wirausaha adalah adalah seseorang yang mampu mengatur, menjalankan, menanggung resiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang ditempuhnya dalam dunia usaha. Para wirausahawan dengan sifat alamiahnya tidak mengenal golongan karena di dapat berupa seorang laki-laki muda yang menjual kaset musiknya di pasar, seorang wanita muda yang menjual hasil lilin hasil buatannya sendiri, atau sepasang suami istri yang memasok barang-barang kebutuhan rumah tangga.  Dia bisa bekerja sendirian seperti mengambil barang dagangan dan menjualnya di pasar-pasar atau bisa mengolah hasil panen di desanya untuk dipasarkan dalam bentuk yang berbeda dari aslinya. Yang terpenting adalah tidak menggantungkan hidupnya dengan orang lain, bersifat mandiri dan memenuhi kebutuhannya sendiri.
      Seorang wirausahawan dapat berkembang dari minat atau bakat yang mereka miliki, akan tetapi kreatifitas dalam berusaha justru akan membantu kelancaran usahanya. Ada beberapa watak seorang wirausahawan yang harus dipahami dalam menjalankan sebuah usaha. Berikut ada 7 langkah yang perlu di ikuti berikut ini :
1.      Disiplin diri, yaitu selalu berpegang teguh komitmen atau mematuhi aturan yang dibuatnya sendiri.
2.      Rincian, yaitu usaha-usaha kreatif yang selalu belajar mendisiplinkan diri untuk berurusan dengan rincian-rincian sepeti keuangan, pendataan/administrasi dan pembuatan rencana-rencana kegiatan.
3.      Menghargai, yaitu memberikan penghargaan atas hasil yang diterima. Guna watak ini adalah selalu memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri dan menghargai hasil karya.
4.      Kreativitas, yaitu semakin kita berbeda dalam menghasilkan sebuah produk yang dibutuhkan pasar akan berkecenderungan untuk diminati.
5.      Bentuk atau Gaya, yaitu bagaimana seorang wirausahawan akan membentuk karakter diri dan produk yang membedakan dengan orang dan produk lain.
6.      Keluwesan, yaitu mampu untuk menyesuaikan diri dan mampu melihat berbagai cara pemecahan suatu masalah.
7.      Komitmen, yaitu keteguhan untuk melakukan sesuatu yang kita yakini dalam perbuatan dan tidak menjadikan contoh yang negatif.

            Dewasa ini, seorang wirausahawan tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan menciptakan sesuatu yang berbeda, kreatif, dan inovatif saja. Namun seorang wirausahawan harus berkarakter. Karakter yang dimaksud ialah karakter yang sehat yang sesuai dengan budaya dan kearifan masyarakat Indonesia melalui konsep Characterpreneurship (Hernandar, 2012). Tujuan berbisnis atau berwirausaha bukan hanya mencari kuntungan semata, tetapi juga orangnya harus berkarakter. Characterpreneurship berpegang pada nilai atau etika bisnis, anti korupsi, pembelaan terhadap produk dalam negeri, menciptakan lapangan kerja dan tentunya memberikan berkah bagi masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa menjadi wirausaha yang berkarakter sangatlah penting, karena hal tersebut tidak hanya membawa kesuksesan bagi wirausaha itu sendiri, namun juga mampu membawa kesuksesan bagi Indonesia. Wibowo (2010) menuturkan bahwa karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90% kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk
            Sebaiknya mahasiswa sebagai generasi muda yang berpendidikan, menyiapkan dan memiliki mental kewirausahaan dan dapat mempraktekan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, kita harus memperoleh pengetahuan tentang berwirausaha dengan mengikuti berbagai pelatihan, seminar, lomba dan lain-lain. Kemampuan berwirausaha dapat diperoleh dari berbagai pelatihan – pelatihan, seminar,atau dengan berinteraksi langsung kepada para pelaku wirausaha. Dengan melakukan hal-hal tersebut kita bisa mendapatkan ilmu serta pelajaran wirausaha dan langsung bisa terjun kedalam dunia usaha yang sangat luas.
            Mahasiswa yang diharapkan menjadi penerus intelek bangsa, diharapkan mampu membangun bagsa indonesia yang lebih maju dan mampu menangani masalah – masalah yang dimiliki bangsa ini, utamanya masalah ekonomi yang seakan – akan tidak habis – habisnya diselesaikan. Kemiskinan, pengangguran, perekonomian tidak merata, kenaikan harga bahan pokok tak terkendali, krisis ekonomi, dan lain sebagainya. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemuda entrepreneur yaitu pemuda berjiwa wirausaha. Karena, dengan menjadi wirausaha lebih mandiri, bebas mengeksplor segala bakat dan kemampuan yang dimiliki sehingga timbul rasa puas dalam diri ketika melihat usaha yang kita bangun dengan keringat dan darah sendiri akhirnya bisa sukses.
            Pemuda Indonesia sebagai penerus pemimpin masa depan Indonesia, pemuda bukan hanya penonton yang hanya bisa bertepuk tangan. Pemudalah yang akan membangun masa depan negeri ini, karena masa depan negeri ini akan di isi oleh pemuda masa kini, jangan sampai pemuda mengizinkan generasi tua merusak karpet merah yang akan pemuda isi dengan penuh integritas dan cinta akan tanah air. Pemuda harus bisa merencanakan apa yang terbaik untuk negeri di masa mendatang, bukan sekedar pengikut tanpa memiliki pendirian yang kuat. Harta dan Tahta tidak cukup untuk membayar idealisme pemuda, maka pemuda juga harus membuktikan dengan maha karya besar untuk negeri.
            Dengan menjadi seorang entrepreneur, ikut menyelamatkan hidup orang banyak dari jurang kemiskinan dan kita juga turut memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa indonesia. Wirausahawan itu harus berfikir kreatif. Sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan dan terciptalah  perputaran uang buat si entrepreneur sama masyarakat.
            Maka dari itu, marilah menjadi insan mandiri yang berdaya saing tinggi juga berdikari sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Tidak ada yang tidak dapat dilakukan selagi mau berusaha. Dengan demikian, di tahun yang mendatang telah memiliki pengalaman dalam membuat sebuah usaha yang menyerap banyak pekerja. Pada akhirnya, jumlah pengangguran menurun dan negara sejahtera.
          
           

Sunday, June 24, 2018

Pengalaman Lolos Beasiswa Unggulan Maspres Batch 1 Tahun 2018



Assalamualaikum wr. Wb
Maaf yaa baru bisa posting habis lebaran sibuk silahturahmi keluarga besar

Perkenalkan nama saya Widya Tri Mauliyana, biasa di panggil Widya. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya hingga menjadi Awardee BU Batch 1 tahun 2018.
Awalnya mencari beasiswa adalah impian utama saya sejak duduk dibangku SMK kelas 10. Mengingat ayah saya telah pensiun ditambah ekonomi keluarga makin menurun setiap tahunnya. Jadi, sebagai anak ke – 3 saya tidak pernah mengeluh mencari beasiswa, mengingat saya masih mempunyai adik laki – laki yang masih dibangku SD waktu itu. Dengan selalu menyibukkan diri mencari beasiswa dimana – mana. Pertama kali saya daftar Beasiswa PPA BCA dan saya dinyatakan lolos seleksi Administrasi Beasiswa PPA BCA tepat 12 Januari 2017 saya mengikuti Tes Tulis di Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA). Tetapi saya bersama ketiga teman saya dinyatakan Tidak Lolos ke tahap selanjutnya. Semangat yang besar mencari beasiswa masih tetap saya perjuangkan. Setelah UNBK selesai saya sibuk mengurusi beasiswa bidikmisi, hingga saya ikut Tes SBMPTN bertempat di Universitas Negeri Jember ( UNEJ). Tapi hasil lagi – lagi mengecewakan. Saya tidak lolos lagi. Hingga ayah saya memutuskan untuk berkuliah di Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Padahal dalam benak hati saya, saya ingin berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri.. tapi saya hanya menuruti kedua orang tua dengan melihat perekonomian yang tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan di PTN. Akhirnya saya resmi menjadi maba tahun 2017 dan saya juga bergabung di UKM Penalaran. Aktif berbagai kegiatan di UKM meskipun sambil bekerja menjadi guru privat SD. Pada akhir tahun saya ikut seleksi Beasiswa Unggul yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Situbondo. Alhasil saya tidak lolos lagi. Tetapi tetap semangat mencari beasiswa. Semenjak  resmi bergabung di UKM Penalaran banyak informasi yang saya dapatkan, terutama dari Demisioner Penalaran yaitu Kak Reza Arizona. Beliau adalah kating yang wisuda akhir 2017. Berkat informasi dari beliau mengenai Beaswiswa Unggulan Kemdikbud langsung saya kunjungi website BU. Pada awalnya kaget melihat berbagai persyaratan yang menjadi momok yaitu Proposal Rencana Studi dan Esai. Padahal belum pernah pengalaman membuatnya dan itu adalah tantangan bagi saya pribadi. Keesokannya saya mulai menggarap itu semua, dengan menyempatkan diri ke perpustakaan daerah Situbondo, disana saya cari informasi dan refrensi melalui komputer yang disediakan. Tak memperdulikan tugas kuliah saya tetap melengkapi persyaratan sampai selesai. Tepat 17 April semua berkas saya berhasil terunduh dan saya SUBMIT. Sambil menunggu pengumuman saya makin rajin beribadah berdoa dan tentu minta restu kepada ayah dan ibu. Pada 1 Mei ternyata saya lolos Tahap 1 dan saya baru mengetahuinya tanggal 5 Mei dikarenakan saya yang sedang sakit jadi lupa mengecek akun BU dan Gmail (disarankan memakai Gmail dari pihak BU).

Ternyata saya lolos dengan tes wawancara dan seleksi berkas di LPMP Surabaya pada tanggal 13 Mei 2018. Perjalanan saya ke Surabaya hanya sendirian, padahal saya takut dan ingin sekali ditemani ayah saya. Tapi saya memberanikan diri pergi sendiri karena ayah saya lagi sakit. Tiba di Surabaya pada saat itu banyak teman – teman dari luar kota dan dari berbagai PTN. Saya berkenalan dengan banyak teman hingga terjalin komunikasi hingga sekarang.


 Pengumuman telah tiba 31 Mei 2018. Dari pagi akun BU dan Gmail saya melototin terus sampai malam, ternyata belum ada respon dari pihak BU. Tepat pada tanggal 1 Juli sekitar jam 10 an pagi. Saya tidak menyangka saya lolos dan sebagai Penerima Beasiswa Unggulan Batch 1 tahun 2018. Dan diundang untuk tandatangan kontrak sekaligus Bimbingan Teknis yang diselenggarakan di Mercure Grand Mirama Surabaya. Ayah dan Ibu saya bangga sekali dengan apa yang saya capai. Tanggal 4 Juni saya resmi tandatangan kontrak dan dinyatakan telah sah sebagai Awardee Beasiswa Unggulan Batch 1 Tahun 2018. Ayah semakin bangga lagi kepada saya yang telah menandatangani kontrak dan mendoakan saya semoga bisa melanjutkan S2 dengan Beasiswa Unggulan lagi. Buat kalian para generasi Indonesia jangan patah semangat yaa meraih cita – cita dan terus berdoa dengan senantiasa bersabar menerima ujian dari sang pencipta. Semoga postingan ini bermanfaat bagi kalian semua...

Wednesday, May 30, 2018

HASANA "Hari Santri Nasional" Sebagai Wujud Syukur Mahasiswa



Berikut Karya Tulis Pertama Saya dalam Lomba LKTI dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Oleh BEM - UNARS yang meraih Juara 3
BAB I
 PENDAHULUAN

1.1  Latar  Belakang

Banyak perguruan tinggi di Indonesia terutama di Sekolah Tinggi Islam menuntut sebagian masyarakat untuk mempelajari ilmu islam. Hampir seluruh nusantara tidak asing mendengar kata santri. Kata santri sendiri diidentik bagi orang yang sedang belajar dan tinggal dipondok pesantren yang kesehariannya mengkaji kitab – kitab salafi atau kitab kuning, dengan mengenakan sarung, peci, rok, baju terusan panjang, dan kerudung bagi perempuan yang menjadi pelengkap dan menambah cirri khas tersendiri  bagi mereka.

Seiring dengan berkembangan zaman dan tuntutan, banyak santri yang melanjutkan studi mereka ke perguruan tinggi ataupun universitas. Dengan menjadi mahasiswa, para santri sebenarnya dituntut untuk mengembangkan keilmuan yang telah diterima dipondok pesantren sekaligus mempraktekannya.

Mahasiswa santri adalah mahasiswa dari suatu perguruan tinggi atau universitas yang nyantri di pondok pesantren maupun santri dari pondok pesantren yang melanjutkan studinya di suatu perguruan tinggi. Mahasiswa santri memiliki dua peran yang diampu sekaligus olehnya, yaitu peran sebagai  mahasiswa di suatu suatu perguruan tinggi atau universitas dan peran sebagai santri di pondok pesantren. Hingga peran para mahasiswa santri dikalangan pondok pesantren yang sedemikian besar .

Dengan demikian, Hari santri Nasional mengingatkan kita kembali akan pentingnya peran santri dari zaman ke zaman, sejak zaman penjajah hingga sekarang. Pada era modern-kontemporer sekarang, santri ikut andil dalam mengelaborasi, mempertemukan antara ilmu Islam murni dan ilmu pengetahuan atau sains. Mereka dalam posisi membantu TNI juga siap mempertahankan NKRI. Hari Santri Nasional memiliki arti, makna dan filosofi yang bukan hanya diperingati secara euforia atau seremonial belaka, tetapi menjadi momentum untuk refleksi yang kemudian menjadikan dasar refleksi itu untuk berbenah dan terus meningkatkan kualitas santri demi kemajuan bangsa.
  
1.2   Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan uraian latar belakang, maka untuk mengembangkan pembahasan lebih lanjut dirumuskan masalah –  masalah penelitian yang disajikan langsung dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1.         Bagamaina sejarah terbentuknya Hari Santri Nasional?
2.         Apa makna yang terkandung di dalam Hari Santri Nasional?
3.         Apa konflik dari terbentuknya Hari Santri Nasional di berbagai kalangan?

1.3  Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah sebagaimana disebutkan, penelitian ini memiliki beberapa tujuan :
1.      Lebih mengetahui dan memahami tentang asal – muasal penetapan Hari Santri Nasional.
2.      Untuk mengetahui dan memahami arti dari Hari Santri Nasional.
3.      Untuk mengetahui perbedaan dari berbagai konflik menurut pandangan berbagai pihak mengenai Hari Santri Nasional.

1.4  Manfaat Penelitian
Ada beberapa hal manfaat yang penulis harapkan dari hasil penelitian ini, yaitu antara lain :
1.         Manfaat Teoritis :
Diharapkan menjadi kontribusi sekaligus sumbangan wawasan dalam rangka pengembangan khazanah keilmuan, khususnya bagi mahasiswa dalam Hukum Islam.
2.         Manfaat Praktis :
Yakni berkenaan dengan memahami dinamika politik organisasi masyarakat berbasis keagamaan sehingga tidak memunculkan fanatisme yang berlebihan.

BAB II
 PEMBAHASAN

2.1     Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional
Presiden Jokowi menjelaskan sejarah yang sudah tercatat tentang perjuangan dan kontribusi para santri mulai dari zaman sebelum kemerdekaan sampai dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga saat ini. Santri dengan cara tersendiri bergabung dengan seluruh elemen bangsa untuk menyusun kekuatan di daerah –daerah terpencil dan mengatur strategi melawan penjajah serta mengajarkan kesadaraan tentang arti kemerdekaan. Penetapan Hari Santri Nasional digunakan sebagai momentum meneladani semangat jihad ke-Indonesiaan para pendahulu kita, semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara. Semangat ini adalah semangat menyatukan keberagaman, semangat menjadi satu untuk Indonesia.

Tanggal 22 Oktober 2015 menjadi hari yang bersejarah bagi para santri di Indonesia. Pada tanggal tersebut Presiden RI Joko Widodo mengesahkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 22 Tahun 2015 terkait penetapan Hari Santri Nasional yaitu pada tanggal 22 Oktober. Presiden Jokowi dalam pidatonya saat pengesahan Hari Santri Nasional menyatakan: “Hari SantriNasional ditetepkan sebagai wujud peringatan terhadap perjuangan - perjuangan para tokoh santri seperti K.H Hasyim Asy’ari, K.H Ahmad Dahlan, dan tokoh-tokoh santri lainya dan dengan berbagai pertimbangan maka 22 Oktober diputuskan sebagai Hari Santri Nasional.”

Permasalahan muncul dari alasan utama penetapan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober yang disebutkan dalam keputusan Presiden itu, meskipun Resolusi Jihad merupakan seruan terhadap kaum muslim secara keseluruhan tetapi K.H Hasyim Asy’ari merupakan pendiri Nahdatul Ulama’ sehingga mengambil tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional justru seperti mengakomodasi kepentingan salah satu golongan organisasi masyarakat saja, disisi lain Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat terbesar kedua setelah NU dan juga memiliki sejarah yang panjang terhadap perjuangan bangsa Indonesia harusnya juga diperhitungkan dalam pengambilan keputusan tersebut hal ini mengingat bahwa santri tidak hanya dari NU saja.Indonesia yang merupakan negara multikultur dimana banyak budaya tergabung dalam sebuah bangsa tentu akan memunculkan banyak pola pikir yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena perbedaan sudut pandang politik, agama, organisasi dan lain-lain.

Pandangan mengenai Hari Santri Nasional itu sendiri tidak dapat terlepas dari hal-hal tersebut. Alasan penetapan yang menjadi akar permasalahan bisa menyebabkan terjadinya perdebatan yang panjang. Meskipun Nahdatul Ulama’ merupakan organisasi masyarakat keagaaman terbesar tidak menjadikan sebuah kebijakan harus sesuai dengan mereka. Inilah awal mula tuntutan penolakan itu terwujud.

Alasan penetepan hari santri adalah penghargaan terhadap kalangan ulama’ dan santri. Hal tersebut yang memicu beberapa pihak menolak adanya hari santri. Mereka berpendapat bahwa penetapan hari santri nasional tersebut haruslah mengapresiasi keseluruhan ulama’ dan santri di Indonesia bukan hanya menetapkan dengan memperhatikan salah satu golongannya saja. Hal tersebut didasari dengan bukti sejarah bahwa semua golongan juga berpartisipasi dalam hal pembangunan Indonesia baik pra-kemerdekaan maupun paska-kemerdekaan. Sementara pihak pendukung penetapan hari santri memiliki alasan yang tegas, dimana Resolusi Jihad dikeluarkan tidak hanya untuk kalangan Nahdatul Ulama’ tetapi untuk semua umat muslim di Indonesia bahkan dengan tujuan yang mulia, yakni mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

         

2.2          Makna Hari Santri Nasional
            Dalam sejarah, peran mereka dalam memperjuangkan bangsa ini dari penjajah sudah tidak diragukan lagi. Mereka ikut berjuang dan mengorbankan nyawanya demi untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa. Sekarang ini, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu oleh Bapak Presiden Jokowi. Hari itu merupakan sebuah hari  yang membangun semangat  santri untuk lebih memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia untuk ke depannya.

Pertama, pemaknaan Hari Santri Nasional tidak terlepas dari pemaknaan 1 Muharam karena hari santri akan diperingati setiap tanggal tersebut. Sebenarnya, pemerintah telah menetapkan 1 Muharam sebagai hari libur nasional. Tetapi, 1 Muharam tersebut hanya dirayakan umat Islam atau menjadi milik umat Islam semata seperti hari libur Idul Fitri dan Idul Adha. Sementara itu, umat agama lain hanya memberikan pengakuan. Dengan akan ditetapkannya 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional oleh pemerintah, peringatan 1 Muharam bisa menjadi lain, khususnya ketika kata nasional itu disamakan dengan kata nasional pada Hari Batik Nasional. Karena itu, hari santri dan 1 Muharam dapat menjadi milik bersama dan dirayakan seluruh bangsa Indonesia. Hal tersebut juga sangat tepat karena banyak nilai yang dapat digali dari peringatan hari santri yang jatuh pada 1 Muharam yang bisa menjadi penggerak untuk perbaikan bangsa sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Kedua, 1 Muharam adalah peringatan peristiwa berpindahnya (baca: hijrahnya) komunitas Islam dari Makkah ke Madinah yang dipimpin Muhammad SAW yang kemudian dijadikan penanda dimulainya kalender Islam atau Hijriah. Hijrah ketika itu sering dilihat sebagai satu bentuk keberanian orang Islam Makkah (muhajirin) untuk melakukan perubahan sosial yang fundamental (baca: revolusi) dengan cara meninggalkan semua kehidupan material maupun sosial mereka di Makkah dan membangun harapan baru di Madinah. Keberanian para muhajirin tersebut kemudian disambut umat Islam di Madinah (ansar) dengan memberikan sebagian harta mereka dan kehangatan sosial bagi para muhajirin. Sambutan kaum ansar tersebut kemudian melahirkan rasa empati yang berkelanjutan antara dua kelompok itu sehingga lahirlah budaya kebersamaan dan tolong-menolong yang tinggi antara muhajirin dan ansar. Persitiwa hijrah itulah yang sering dianggap tonggak penting bagi berkembangnya komunitas Islam di Jazirah Arab.

Ketiga, santri dalam arti yang sempit adalah sebutan untuk seorang murid yang tinggal di pesantren untuk menuntut ilmu. Secara lebih umum, santri juga sering dimaknai sebagai orang yang taat menjalankan ibadah dan atau orang yang menguasai beberapa ilmu keislaman. Pada zaman pra kemerdekaan, santri dan pesantren merupakan salah satu basis penting bagi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Hubungan patron-klien antara kiai-santri sangat memudahkan mobilisasi anti penjajahan di kalangan santri.

2.3          Konflik Hari Santri Nasional
Penetapan Hari Santri Nasional tersebut mendapatkan respons dari berbagai kalangan. Respons terhadap penetapan Hari Santri Nasional dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: kelompok yang setuju dengan penetapan hari santri dan kelompok yang menolak adanya penetapan Hari Santri Nasional. Golongan pro-penetapan Hari Santri Nasional mayoritas darikalangan Ulama’ dan santri salaftulen yang umumnya berasal dari pesantrenpesantren tradisonal. Mereka beralasan bahwa penetapan Hari Santri Nasional merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap golongan santri yang merupakan salah satu elemen penting dari kehidupan social masyarakat Indonesia. Sebuah bentuk penghargaan atas perjuangan-perjuangan yang dilakukan kalangan pesantren sejak pra kemerdekaan Indonesia maupun dalam rangka mengisi kemerdekaan itu sendiri. Adapun golongan kontrapenetapan Hari Santri Nasional merupakan masyarakat, organisasi masyarakat, maupun santri yang cenderung berpandangan modern. Mereka berpendapat bahwa Hari Santri Nasional tidak terlalu relevan untuk ditetapkan dengan alasan Indonesia merupakan negara multikultur yang berasal dari berbagai budaya dan agama, sehingga kebijakan-kebijakan publik yang terlalu sentral seperti penetapan hari santri ditakutkan menjadi semacam pembatas antara santri dan non-santri.

Secara spesifik, perdebatan pro-kontra tersebut melibatkan banyak organisasi masyarakat. Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) yangterdiri dari: Nahdhatul Ulama’, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam (PERSIS), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Matlalul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Da’I Indonesia (IKADI), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuanhar Tarbiah Indonesia (PERTI), dan Persatuan Umat Islam (PUI) merupakan penggalang dukungan atas ditetapkannya hari santri pada tanggal 22 Oktober.

Mereka beralasan penetapan hari santri merupakan apresiasi yang sangat tempat dan bisa menjadi motivasi baru para santri untuk bisa lebih berbuat banyak terhadap bangsa dan negara. Selain itu, tanggal 22 Oktober bagi Nahdhatul Ulama’ merupakan tanggal bersejarah di mana K.H Hasyim Asy’ari sang pendiri NU mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang membakar semangat perjuangan para santri dalam melawan penjajah. Di sisi lain golongan yang bisa dikategorikan sebagai kontra adalah organisasi masyarakat terbesar kedua di Indonesia, yaitu Muhammadiyah.Sebagai organisasi masyarakat yang berpandangan modern Muhammadiyah berpendapat bahwa Hari Santri bisa memunculkan pembatas antara kaum santri dan non-santri mengingat Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya berisi para santri saja. Alasan lain adalah tanggal penetapan Hari Santri Nasional yaitu tanggal 22 Oktober merupakan sebuah peristiwa bersejarah bagi salah satu organisasi masyarakat saja yaitu Nahdatul ulama’ sehingga tidak bisa disebut sebagai representatif dari berbagai golongan masyarakat di Indonesia.Secara keselurahan, perbedaan pandangan dalam menyikapi penetapan Hari Santri Nasional tersebut mengerucut pada dua organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, yaitu Nahdatul Ulama’ dan Muhammadiyah. Nahdatul Ulama’ merepresentasikan kelompok atau organisasi yang pro/setuju terhadap penetapan Hari Santri Nasional sementara Muhammadiyah merepresentasikan kelompok atau organisasi yang kontra/menolak penetapan Hari Santri Nasional.Masing-masing organisasi masyarakat tersebut memiliki alasan tersendiri dalam mengemukakan pendapat.

Permasalahan utama dalam perbedaan pendapat tersebut dapat dirumuskan menjadi dua hal: Pertama, nama dari Hari Santri Nasional seperti hanya terkonsentrasi pada santri itu sendiri, tidak mencakup sisi ke-Islaman secara keseluruhannya. Kedua, penetapan tanggal dari Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lebih cenderung berpihak pada salah satu ormas Islam yaitu Nahdatul Ulama’ dengan K.H Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.Kedua hal tersebut merupakan permasalahan pokok dari adanya perdebatan antara pihak pro dan kontra terkait penetapan Hari Santri Nasional, dan untuk penjelasan lebih lanjut dari kedua alasan di atas akan dijelaskan lebih komprehensif pada bagian pembahasan.Nahdatul Ulama’ dan Muhammadiyah memiliki sejarah yang panjangdi Indonesia, bahkan keduanya lahir sebelum kemerdekaan Indonesia itu sendiri. Perjuangan-perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan juga merupakan bagian dari pekerjaan yang dilakukan oleh kedua organisasi masyarakat tersebut. Sejarah mencatat keduanya merupakan pelopor kemerdekaan pada masa penjajahan. Pasca kemerdekaan, baik Nahdatul Ulama maupun Muhammadiyah juga merupakan bagian penting dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia baik dari segi pembentukan pemerintahan, pengelolaan pendidikan, metode perdagangan serta pertanian, dan masih banyak aspek lainnya. Maka, sudah sewajarnya jika Nahdatul Ulama’ dan Muhammadiyah sekarang menjadi organsasi masyarakat terbesar di Indonesia.

Meskipun demikian, keduanya memiliki nilai historis yang berbeda sehingga banyak sekali perbedaan-perbedaan pandangan yang terjadi. Sejak awal kelahiran kedua organisasi masyarakat tersebut sudah memiliki perbedaan yang jelas. Nahdatul Ulama’ dikenal sebagai organisasi masyarakat Islam tradisonal dan Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islampembaharu atau modern. Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika pada masa sekarang keduanya kembali berbeda pendapat tentang penetapan Hari Santri Nasional. Studi ini akan lebih banyak membahas tentang pandangan pro dan kontra antara Nahdatul Ulama’ dan Muhammadiyah khususnya berkaitan dengan Penetapan Hari Santri Nasional.













BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
3.1Sepanjang penelitian yang dilakukan terkait Hari Santri Nasional terdapat beberapa poin penting. Pertama, sejarah ditetapkannya hari santri oleh pemerintah adalah bentuk realisasi dari janji kampanye Presiden Jokowi sekaligus menjawab surat rekomendasi terkait Penetapan Hari Santri Nasional dari PBNU. Kemudian penetapan pada tanggal 22 oktober berlandaskan dari peristiwa dikeluarkannya fatwa resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari.Kedua, terdapat beberapa respon mengenai penetapan Hari Santri Nasional. Nahdatul Ulama sebagai penggagas utama penetapan secara langsung mendukung penetapan Hari Santri Nasional. Nahdatul Ulama beranggapan bahwa penetapan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap jasa para santri yang turut serta membangun bangsa ini. Dan dari penetapan tersebut bisa menimbulkan semangat yang lebih tinggi untuk kalangan santri pada masa ini. Di sisi yang lain, Muhammadiyah memiliki pendapat sebaliknya. Muhammadiyah menolak dengan tegas penetapan dengan alasan adanya Hari Santri Nasional ditakutkan dapat menyebabkan perselisihan antara kaum santri dan non-santri.

Kemudian tanggal 22 Oktober yang dijadikan sebagai tanggal Hari Santri Nasional merupakan tanggal khusus salah satu golongan saja, sehingga bisa menimbulkan persepsi bahwa Hari Santri Nasional merupakan representasi dari salah satu golongan saja.Ketiga, penyebab dari munculnya perbedaan antara Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah disebabkan dari perbedaan landasan kedua ormas tersebut. Nahdatul Ulama dari awal berdiri merepresentasikan kalangan tradisonalis sedangkan Muhammadiyah dari kalangan modernis.

Sejarah keduanya memang seringkali berselisih paham terkait beberapa hal.Meskipun demikian, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, terutama di Indonesia yang menjamin warga negaranya untuk bebas berpendapat. Solusi utamanya bisa dilaksanakan dengan cara penyikapan yang sewajarnya, yakni menghargai pendapat lain tanpa harus menjatuhkan pihak yang berbeda pendapat dan memberikan pengormatan yang layak meskipun tidak memiliki kesamaan pendangan. Singkirkan fanatisme tehadap kepentingan golongan dan utamakan persatuan dalam tubuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.Muslim merupakan bagian masyarakat terbesar di Indonesia, dan ulama serta santri merupakan pilar penting kaum muslim. Alasan ini cukup untuk menerima penetapan Hari Santri Nasional. Dan hal terpenting dari adanya hari santri nasional adalah menjadikan momen tersebut sebagai perenungan terhadap perjuangan para ulama terdahulu dan menjadikannya sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

3.2  Kritik dan Saran
Adapun saran-saran yang dipandang perlu setelah membahas pembahasan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :

1. Hari Santri Nasional harus dipandang sebagai sarana untuk memberikan penghormatan terhadap para ulama dan santri terdahulu serta menjadi motivasi bagi para ulama dan santri sekarang untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
2. Penyikapan terhadap Hari Santri Nasional jangan mengatasnamakan golongan atau ormas tertentu. Karena Hari Santri Nasional milik seluruh santri di Indonesia bukan hanya milik salah satu golongan ataupun ormas.
3. Perayaan-perayaan yang akan dilaksanakan ketika memperingati Hari Santri Nasional haruslah produktif dan memberikan manfaat langsung bagi para santri maupun masyarakat secara keseluruhan. Sehingga adanya Hari Santri Nasional benar-benar memberikan penghormatan terhadap ulama dan santri terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen
                Keppres No. 22 Tahun 2015
Media  Cetak Dan Media Online
Harian Kompas, “Presiden Jokowi Resmikan 22 Oktober Sebagai  Hari Santri  Nasional”, tanggal 22 Oktober 2015. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.
DetikNews, “NU dan 12 Ormas Islam Dorong Pemerintah Tetapkan 22  Oktober Jadi Hari Santri, tanggal 06 Oktober 2015. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.
Harian Nasional, “Hari Santri, Penghormatan Terhadap Sejarah”, 10 Oktober  2015. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.
AntaraNews.com, “PBNU : Presiden Jokowi Setuju Hari Santri 22 Oktober”,  6 Oktober 2015. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.
Pikiran rakyat, “Ini alasan 22 Oktober dijadikan Hari Santri Nasional”, tanggal 22 Oktober 2015. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.
Tempo.co, “Begini Sejarah Ide Hari Santri Nasional”, tanggal 08 Juli 2014. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.
Tempo.co, “Jokowi Dukung Penetapan Hari Santri Nasional”, tanggal 28 Juni  2014. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.
Harian Kompas, “Ini Isi Surat Keberatan Muhammadiyah ke Presiden Terkait  Hari Santri”, tanggal 19 Oktober 2015. Diakses tanggal  05 Oktober 2017.

Semoga bermanfaat yaa :) 





Cerpen untuk Ayah

Demi Gelar Sarjana untuk Ayah “Aydiw” Kringg..kringgg..kringg Suara ponsel berdering keras mengusik ke ramaian ruangan kerja, ternya...