Assalamualaikum
wr. Wb
Maaf yaa baru
bisa posting habis lebaran sibuk silahturahmi keluarga besar
Perkenalkan
nama saya Widya Tri Mauliyana, biasa di panggil Widya. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya
hingga menjadi Awardee BU Batch 1 tahun 2018.
Awalnya
mencari beasiswa adalah impian utama saya sejak duduk dibangku SMK kelas 10.
Mengingat ayah saya telah pensiun ditambah ekonomi keluarga makin menurun
setiap tahunnya. Jadi, sebagai anak ke – 3 saya tidak pernah mengeluh mencari
beasiswa, mengingat saya masih mempunyai adik laki – laki yang masih dibangku
SD waktu itu. Dengan selalu menyibukkan diri mencari beasiswa dimana – mana.
Pertama kali saya daftar Beasiswa PPA BCA dan saya dinyatakan lolos seleksi
Administrasi Beasiswa PPA BCA tepat 12 Januari 2017 saya mengikuti Tes Tulis di
Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA). Tetapi saya bersama ketiga teman saya
dinyatakan Tidak Lolos ke tahap selanjutnya. Semangat yang besar mencari beasiswa
masih tetap saya perjuangkan. Setelah UNBK selesai saya sibuk mengurusi
beasiswa bidikmisi, hingga saya ikut Tes SBMPTN bertempat di Universitas Negeri
Jember ( UNEJ). Tapi hasil lagi – lagi mengecewakan. Saya tidak lolos lagi.
Hingga ayah saya memutuskan untuk berkuliah di Universitas Abdurachman Saleh
Situbondo. Padahal dalam benak hati saya, saya ingin berkuliah di Perguruan
Tinggi Negeri.. tapi saya hanya menuruti kedua orang tua dengan melihat
perekonomian yang tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan di PTN. Akhirnya
saya resmi menjadi maba tahun 2017 dan saya juga bergabung di UKM Penalaran.
Aktif berbagai kegiatan di UKM meskipun sambil bekerja menjadi guru privat SD.
Pada akhir tahun saya ikut seleksi Beasiswa Unggul yang diselenggarakan oleh Dinas
Pendidikan Situbondo. Alhasil saya tidak lolos lagi. Tetapi tetap semangat
mencari beasiswa. Semenjak resmi bergabung
di UKM Penalaran banyak informasi yang saya dapatkan, terutama dari Demisioner
Penalaran yaitu Kak Reza Arizona. Beliau adalah kating yang wisuda akhir 2017.
Berkat informasi dari beliau mengenai Beaswiswa Unggulan Kemdikbud langsung
saya kunjungi website BU. Pada awalnya kaget melihat berbagai persyaratan yang
menjadi momok yaitu Proposal Rencana Studi dan Esai. Padahal belum pernah pengalaman
membuatnya dan itu adalah tantangan bagi saya pribadi. Keesokannya saya mulai
menggarap itu semua, dengan menyempatkan diri ke perpustakaan daerah Situbondo,
disana saya cari informasi dan refrensi melalui komputer yang disediakan. Tak
memperdulikan tugas kuliah saya tetap melengkapi persyaratan sampai selesai.
Tepat 17 April semua berkas saya berhasil terunduh dan saya SUBMIT. Sambil
menunggu pengumuman saya makin rajin beribadah berdoa dan tentu minta restu
kepada ayah dan ibu. Pada 1 Mei ternyata saya lolos Tahap 1 dan saya baru
mengetahuinya tanggal 5 Mei dikarenakan saya yang sedang sakit jadi lupa
mengecek akun BU dan Gmail (disarankan memakai Gmail dari pihak BU).
Ternyata
saya lolos dengan tes wawancara dan seleksi berkas di LPMP Surabaya pada
tanggal 13 Mei 2018. Perjalanan
saya ke Surabaya hanya sendirian, padahal saya takut dan ingin sekali ditemani
ayah saya. Tapi saya memberanikan diri pergi sendiri karena ayah saya lagi
sakit. Tiba di Surabaya pada saat itu banyak teman – teman dari luar kota dan
dari berbagai PTN. Saya berkenalan dengan banyak teman hingga terjalin
komunikasi hingga sekarang.
Pengumuman telah tiba 31 Mei 2018. Dari pagi akun
BU dan Gmail saya melototin terus sampai malam, ternyata belum ada respon dari
pihak BU. Tepat pada tanggal 1 Juli sekitar jam 10 an pagi. Saya tidak
menyangka saya lolos dan sebagai Penerima Beasiswa Unggulan Batch 1 tahun 2018.
Dan diundang untuk tandatangan kontrak sekaligus Bimbingan Teknis yang
diselenggarakan di Mercure Grand Mirama Surabaya. Ayah dan Ibu saya bangga
sekali dengan apa yang saya capai. Tanggal 4 Juni saya resmi tandatangan
kontrak dan dinyatakan telah sah sebagai Awardee Beasiswa Unggulan Batch 1 Tahun
2018. Ayah semakin bangga lagi kepada saya yang telah menandatangani kontrak
dan mendoakan saya semoga bisa melanjutkan S2 dengan Beasiswa Unggulan lagi.
Buat kalian para generasi Indonesia jangan patah semangat yaa meraih cita –
cita dan terus berdoa dengan senantiasa bersabar menerima ujian dari sang
pencipta. Semoga postingan ini bermanfaat bagi kalian semua...


Trus itu kuliah di UNARS berhenti atau gimana, terputus tiba" cerita kuliahnya.
ReplyDeleteSalam satu daerah bumi sholawat nariyah.
masih kuliah di unars dengan dana dari Beasiswa Unggulan yang diberikan Kemdikbud
ReplyDelete