Sunday, June 24, 2018

Pengalaman Lolos Beasiswa Unggulan Maspres Batch 1 Tahun 2018



Assalamualaikum wr. Wb
Maaf yaa baru bisa posting habis lebaran sibuk silahturahmi keluarga besar

Perkenalkan nama saya Widya Tri Mauliyana, biasa di panggil Widya. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya hingga menjadi Awardee BU Batch 1 tahun 2018.
Awalnya mencari beasiswa adalah impian utama saya sejak duduk dibangku SMK kelas 10. Mengingat ayah saya telah pensiun ditambah ekonomi keluarga makin menurun setiap tahunnya. Jadi, sebagai anak ke – 3 saya tidak pernah mengeluh mencari beasiswa, mengingat saya masih mempunyai adik laki – laki yang masih dibangku SD waktu itu. Dengan selalu menyibukkan diri mencari beasiswa dimana – mana. Pertama kali saya daftar Beasiswa PPA BCA dan saya dinyatakan lolos seleksi Administrasi Beasiswa PPA BCA tepat 12 Januari 2017 saya mengikuti Tes Tulis di Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA). Tetapi saya bersama ketiga teman saya dinyatakan Tidak Lolos ke tahap selanjutnya. Semangat yang besar mencari beasiswa masih tetap saya perjuangkan. Setelah UNBK selesai saya sibuk mengurusi beasiswa bidikmisi, hingga saya ikut Tes SBMPTN bertempat di Universitas Negeri Jember ( UNEJ). Tapi hasil lagi – lagi mengecewakan. Saya tidak lolos lagi. Hingga ayah saya memutuskan untuk berkuliah di Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Padahal dalam benak hati saya, saya ingin berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri.. tapi saya hanya menuruti kedua orang tua dengan melihat perekonomian yang tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan di PTN. Akhirnya saya resmi menjadi maba tahun 2017 dan saya juga bergabung di UKM Penalaran. Aktif berbagai kegiatan di UKM meskipun sambil bekerja menjadi guru privat SD. Pada akhir tahun saya ikut seleksi Beasiswa Unggul yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Situbondo. Alhasil saya tidak lolos lagi. Tetapi tetap semangat mencari beasiswa. Semenjak  resmi bergabung di UKM Penalaran banyak informasi yang saya dapatkan, terutama dari Demisioner Penalaran yaitu Kak Reza Arizona. Beliau adalah kating yang wisuda akhir 2017. Berkat informasi dari beliau mengenai Beaswiswa Unggulan Kemdikbud langsung saya kunjungi website BU. Pada awalnya kaget melihat berbagai persyaratan yang menjadi momok yaitu Proposal Rencana Studi dan Esai. Padahal belum pernah pengalaman membuatnya dan itu adalah tantangan bagi saya pribadi. Keesokannya saya mulai menggarap itu semua, dengan menyempatkan diri ke perpustakaan daerah Situbondo, disana saya cari informasi dan refrensi melalui komputer yang disediakan. Tak memperdulikan tugas kuliah saya tetap melengkapi persyaratan sampai selesai. Tepat 17 April semua berkas saya berhasil terunduh dan saya SUBMIT. Sambil menunggu pengumuman saya makin rajin beribadah berdoa dan tentu minta restu kepada ayah dan ibu. Pada 1 Mei ternyata saya lolos Tahap 1 dan saya baru mengetahuinya tanggal 5 Mei dikarenakan saya yang sedang sakit jadi lupa mengecek akun BU dan Gmail (disarankan memakai Gmail dari pihak BU).

Ternyata saya lolos dengan tes wawancara dan seleksi berkas di LPMP Surabaya pada tanggal 13 Mei 2018. Perjalanan saya ke Surabaya hanya sendirian, padahal saya takut dan ingin sekali ditemani ayah saya. Tapi saya memberanikan diri pergi sendiri karena ayah saya lagi sakit. Tiba di Surabaya pada saat itu banyak teman – teman dari luar kota dan dari berbagai PTN. Saya berkenalan dengan banyak teman hingga terjalin komunikasi hingga sekarang.


 Pengumuman telah tiba 31 Mei 2018. Dari pagi akun BU dan Gmail saya melototin terus sampai malam, ternyata belum ada respon dari pihak BU. Tepat pada tanggal 1 Juli sekitar jam 10 an pagi. Saya tidak menyangka saya lolos dan sebagai Penerima Beasiswa Unggulan Batch 1 tahun 2018. Dan diundang untuk tandatangan kontrak sekaligus Bimbingan Teknis yang diselenggarakan di Mercure Grand Mirama Surabaya. Ayah dan Ibu saya bangga sekali dengan apa yang saya capai. Tanggal 4 Juni saya resmi tandatangan kontrak dan dinyatakan telah sah sebagai Awardee Beasiswa Unggulan Batch 1 Tahun 2018. Ayah semakin bangga lagi kepada saya yang telah menandatangani kontrak dan mendoakan saya semoga bisa melanjutkan S2 dengan Beasiswa Unggulan lagi. Buat kalian para generasi Indonesia jangan patah semangat yaa meraih cita – cita dan terus berdoa dengan senantiasa bersabar menerima ujian dari sang pencipta. Semoga postingan ini bermanfaat bagi kalian semua...

2 comments:

  1. Trus itu kuliah di UNARS berhenti atau gimana, terputus tiba" cerita kuliahnya.
    Salam satu daerah bumi sholawat nariyah.

    ReplyDelete
  2. masih kuliah di unars dengan dana dari Beasiswa Unggulan yang diberikan Kemdikbud

    ReplyDelete

Cerpen untuk Ayah

Demi Gelar Sarjana untuk Ayah “Aydiw” Kringg..kringgg..kringg Suara ponsel berdering keras mengusik ke ramaian ruangan kerja, ternya...