Sunday, October 14, 2018

Esai lolos Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi Batch 1 tahun 2018



AKU GENERASI UNGGUL KEBANGGAAN BANGSA INDONESIA
Oleh Widya Tri Mauliyana
            Pendidikan senantiasa menjadi kawah candra dimuka untuk mencetak generasi masa depan yang unggul, berkualitas, dan berakhlak mulia sehingga bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, negara, dan umat manusia secara keseluruhan. Jika pendidikan senantiasa mengarah pada pencapaian tujuan tersebut, niscaya bangsa ini akan maju, sejahtera, dan berakhlak mulia.
            Generasi unggul merupakan genererasi yang memiliki nilai lebih yang dapat bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Seorang dikatakan generasi unggul, jika memiliki kompotensi yang tinggi dan orang tersebut dapat bermanfaat bagi lingkungan. Lingkungan disini dapat diartikan lingkungan keluarga, organisasi dan negara. Generasi unggul dalam keluarga, jika salah satu anggota keluarga dapat mengangkat derajat dan martabat menjadi lebih baik sebelumnya. Generasi unggul dalam lingkup organisasi, apabila sumber daya manusia yang dimiliki organisasi mempunyai kompetensi yang berkualitas tinggi dibidangnya. Sehingga orang - orang di organisasi akan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan lebih optimal, baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Generasi dalam lingkup negara hampir sama dengan lingkung oragnisasi, tetapi cakupannya lebih luas. Generasi unggul dalam sebuah negara yakni orang - orang yang berada di dalam negara tersebut dapat memajukan dan mengembangkan negara dari berbagai aspek.
            Memajukan dan mengembangkan sebuah negara sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki negara tersebut. Salah satu faktor kualitas sumber daya manusia yaitu pendidikan. Pendidikan dapat membuat seseorang berkompeten dan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, dalam perjalanan kehidupan saya selalu mengutamakan dan mementingkan pendidikan. Sejak awal saya masuk sekolah TK PGRI VII Panji, saya rela hidup jauh dari kedua orang tua demi pendidikan. Dengan kasih sayang seorang nenek, semangat untuk menempuh pendidikan semakin besar.  Meskipun jarak rumah dengan TK lumayan jauh, saya tidak pernah mengeluh jalan kaki setiap hari.
            Setelah saya menyelesaikan pendidikan Taman Kanak - Kanak pada tahun 2005. Melanjutkan pendidikan tingkat sekolah dasar di SDN 1 Olean Situbondo. Sejak sekolah dasar saya tinggal bersama kedua orang tua. Selama sekolah dasar saya selalu masuk peringkat 5 besar dikelas. Disamping itu saya pernah mewakili sekolah dalam lomba MIPA tingkat SD bersama sahabat, tetapi tidak meraih juara.
            Saat kelas 5 hingga lulus saya tidak pernah memberatkan kedua orang tua dalam hal keuangan. Disekolah saya berjualan bersama sahabat dekat saya. Dari gambar kartun Upin - Ipin, dan pemandangan saya tawarkan kepada adik kelas. Dari penghasilan tersebut saya bisa menabung dan membelikan kebutuhan sekolah serta bisa menambah biaya sekolah di Taman Pendidikan Al - Quran (TPQ) Al - Mubarak hingga wisuda.
            Menginjak lulus sekolah dasar, bisnis berjualan gambar terhentikan. Pada tahun 2011, saya lulus dengan nilai memuaskan. Setelah itu, saya berhasil diterima di SMPN 3 Situbondo. Dari awal masuk saya selalu berangkat naik sepeda keranjang dengan jarak kurang lebih 3 KM  dari rumah. Kemandirian tetap saya lakukan dengan berjualan pulsa. Tetapi dalam urusan nilai akademik dari kelas 7 – 9 selalu masuk 10 besar. Disamping itu, saya selalu rajin dalam kegiatan tambahan pelajaran hingga kelas 9 di berbagai tempat. Tidak peduli hujan, saya selalu hadir demi menambah ilmu. Tiba pada hari pelepasan dan pengumuman kelulusan, nama saya masuk dalam peringkat 7  Ujian Akhir Sekolah dan saya dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan.
            Setelah lulus dari SMP, saya melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan yaitu SMKN 1 Panji yang merupakan sekolah favorit kejuruan di Situbondo dengan jumlah siswa ribuan pertahun. Di sekolah tersebut saya memilih Jurusan Perbankan. Jurusan baru pada tahun 2014. Saya memilih jurusan tersebut karena beberapa alasan. Pertama, saya ingin menjadi pegawai bank. Tetapi karena tinggi badan tidak mendukung, saya tetap semangat mempelajari ilmu perbankan agar menjadi Dosen. Kedua, saya mempunyai pemikiran bahwa dunia perbankan sangat mempengaruhi perekonomian secara agregat, untuk itu saya akan turut berperan dalam meningkatkan perekonomian negara. Tujuan saya menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu saya ingin memiliki kompetensi dibidang ahli perbankan hingga bisa menjadi pengajar yang mahir ilmu perbankan setelah lulus. Ketiga, saya suka berhitung bunga bank. Hal itu menjadi nilai tambah saya pribadi.
            Pada saat menempuh pendidikan di SMK, saya tidak mampu membeli buku perbankan, karena sangat mahal. Tetapi, saya selalu mencari sumber dari internet mengenai materi  perbankan dan buku – buku di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan daerah di Situbondo. Sejak awal masuk sekolah SMK, saya selalu mengalami masalah keuangan karena ayah telah pensiun ditambah kurang sehat. Pada akhirnya, saya memutuskan menjual Handphone Android (hasil berjualan pulsa saat SMP) demi membayar uang semester. Ketika penerimaan raport saya menduduki peringkat 2 di kelas dan dinyatakan naik kelas.
            Di kelas 11, saya semakin rajin dan giat belajar untuk menghadapi PKL (Praktik Kerja Lapangan). Akhirnya saya di tempatkan di PT. Bank Jatim Cab. Situbondo. Praktik Kerja Lapangan di bank pemerintah, merupakan suatu keberuntungan bagi saya pribadi. Di sana banyak pengalaman dan pelajaran mengenai ilmu perbankan yang saya praktikkan secara langsung. Seperti menyortir uang, pembukaan rekening baru, pengkinian data, analis kredit, dan lain - lain. Selama 3 bulan saya sangat puas PKL di Bank Jatim Cab. Situbondo. Banyak ilmu yang saya dapatkan mengenai dunia perbankan. Menginjak kenaikan kelas, nilai akademis tidak pernah menurun atau meningkat. Lagi - lagi meraih peringkat 2 di kelas. Saya dinyatakan naik kelas 12.
            Saat kelas 12, saya mewakili sekolah mengikuti lomba Jawara tingkat SMK Kabupaten Situbondo 2016. Saya membuat kerajinan miniatur sepeda bambu. Berkat kerja keras dan dukungan dari orang sekitar, saya meraih Juara Harapan 1 dan mendapatkan uang tunai Rp 750.000,- tanpa sertifikat. Dari hasil uang tersebut, saya bayarkan uang semester, untuk bisa ikut ujian. Setelah ujian, saya kembali lagi mewakili sekolah ikut Lomba Rangking 1 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Cabang Jember di Pendopo Situbondo. Saat itu saya menjadi ketua tim, yang terdiri dari 5 orang. Bersama 4 orang teman, saya belajar bersungguh - sungguh, hingga larut malam pun kami belajar bersama. Meskipun kami telah belajar terus menerus, kami kalah dengan anak SMA. Meskipun kalah, kami tetap semangat dan terus mempelajari ilmu perbankan. Mengetahui ada program beasiswa PPA BCA saya langsung daftar online penempatan tes di Kota Malang.
            Tidak terasa memasuki awal tahun, jadwal ujian semakin lama semakin padat. Saat itu saya dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi. Tepat pada tanggal 12 Januari 2017 saya mengikuti ujian tulis di Universitas Kanjuruhan Malang. Dari pagi hingga siang ujian. Ternyata saya dinyatakan tidak lolos ke tahap ke 3. Melihat hasil pengumuman tersebut, semangat mencari beasiswa lain untuk melanjutkan pendidikan semakin besar.
            Setelah itu, saya disibukkan tambahan pelajaran, belajar kelompok bersama sampai memesan buku UN untuk  SMK. Dari berbagai sumber saya pelajari dan dipahami. Semenjak itu saya fokus belajar untuk UNBK. Disamping kesibukan untuk ujian, saya juga mengurusi berbagai persyaratan Bidikmisi, tetapi ternyata saya tidak bisa ikut dalam SNMPTN 2017. Tetapi saya tidak berkecil hati. Saya selalu berdoa dan belajar untuk bisa masuk PTN yang saya impikan.
            Tepat tanggal 3 April 2017 saya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama empat hari. Selama tiga hari ujian lancar, menginjak hari ke empat mata ujian kompetensi perbankan saat itu juga server eror. Dari 40 soal hanya muncul 16 soal. Akhirnya, saya dan teman sekelas dinyatakan mengikuti UNBK susulan tepat seminggu setelahnya. Semangat saya semakin tinggi untuk menghadapi ujian terakhir.
            Hari yang ditunggu telah tiba, saya dan teman mengikti ujian susulan yang berjalan lancar sampai selesai. Setelah ujian selesai, saya sibuk dengan mengurusi pendaftaran SBMPTN. Saya mendaftarkan diri di Universitas Negeri Jember dengan Fakultas Ekonomi prodi Perbankan Syariah. Sambil menunggu Tes SBMPTN, saya melamar pekerjaan di PT. PNM Mekaar. Alasan saya bekerja untuk biaya saya masuk PTN. Disamping bekerja, saya mengikuti Tes SBMPTN ke Jember. Saat itu rasa kecewa dan sedih menghantui pikiran, karena ayah saya sedang sakit tidak bisa mengantarkan. Dan akhirnya saya berangkat sendiri naik Bus umum dan menginap di Kost teman. Setelah ujian, saya kembali pulang dan bekerja. Tidak terasa pengumuman kelulusan telah tiba, saya dinyatakan lulus dengan nilai keahlian perbankan yang sangat memuaskan. Beberapa hari kemudian, pengumuman hasil SBMPTN menyatakan tidak lolos. Rasa kecewa  menerima kenyataan bahwa saya tidak bisa kuliah dengan beasiswa Bidikmisi. Tetapi semangat dari orang tua terus memotivasi, dan akhirnya saya memutuskan kuliah di Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Salah satu perguruan tinggi swasta terbesar yang ada di Situbondo. Saat itu saya memilih Fakultas Ekonomi Manajemen Prodi Keuangan. Alasan memilih keuangan, karena saya sangat suka dari SMK menganalis Laporan Keuangan. Hasil kerja keras saya bayarkan untuk pendaftaran dan daftar ulang. Setelah pendaftaran, saya mengajukan surat  pengunduran diri dari tempat kerja dikarenakan kuliah. 
            Di awal masuk kuliah semester pertama, saya selalu rajin belajar. Disamping kuliah saya juga mencari uang tambahan untuk kuliah. Saya menjadi guru privat anak SD. Selama kuliah sambil kerja itu tantangan bagi saya pribadi. Mengatur waktu untuk belajar dan bekerja. Semenjak masuk kuliah saya juga bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran. Disana banyak belajar mengenai penulisan karya ilmiah. Hingga saya memberanikan diri ikut berbagai lomba karya tulis ilmiah. Berawal dari keberanian dan belajar akhirnya saya masuk Juara 3 dalam lomba LKTI yang diadakan BEM - Unars. Selain itu juga saya mengikuti lomba Esai di Dinas Pariwisata Situbondo dengan kategori Harapan 3. Di samping sibuk dengan kegiatan diluar kampus, nilai akademis saya memperoleh IPK 4,00 untuk semester 1. Hasil dari belajar dan berdoa, saya menunjukkan Kartu Hasil Studi kepada ayah yang sedang sakit. Ayah sangat bangga dengan hasil yang sempurna. Tapi saya tidak tinggi hati, selalu menjadi pribadi yang sederhana dan berprestasi.
            Memasuki semester 2, saya sedih karena tidak ada uang sama sekali untuk membayar uang UKT. Kebetulan ada reward dari bisnis MSI yang saya jalani bisa untuk dibayarkan semester 2. Sejak semester  2 banyak teman - teman saya belajar kerumah mengenai mata kuliah. Hingga ibu saya mendoakan, semoga cita - cita menjadi Dosen segera terkabulkan. Doa ibu selalu saya ingat, belajar dan terus belajar tanpa mengenal lelah serta putus asa.
            Apakah saya termasuk generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia? Ya, karena saya memiliki semangat yang tinggi dalam menempuh pendidikan melanjutkan keahlian yaitu perbankan yang masih haus akan ilmu. Keterampilan yang saya miliki tidak hanya untuk saya pribadi tetapi dapat bermanfaat untuk orang lain. Saya berusaha keras menjadi generasi unggul melalui pendidikan dengan ingin menjadi Dosen agar saya bisa menghasilkan pemuda / pemudi yang berkualitas sehingga dapat berguna bagi bangsa dan negara Indonesia. Sebagai generasi unggul harus terus belajar untuk lebih maju dan menyebarkan hal - hal positif kepada semua orang dan lingkungan sekitar. Generasi unggul harus memiliki hard skill dan soft skill yang memadai. Seorang generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi ciri khas bangsa Indonesia. Salah satu ciri khas bangsa Indonesia adalah kebudayaan. Saya berusaha penuh memelihara dan melestarikan kebudayaan Indonesia, karena keagungan suatu bangsa akan terlihat dari budaya yang ada di dalamnya.

No comments:

Post a Comment

Cerpen untuk Ayah

Demi Gelar Sarjana untuk Ayah “Aydiw” Kringg..kringgg..kringg Suara ponsel berdering keras mengusik ke ramaian ruangan kerja, ternya...