Thursday, August 23, 2018

Tips Menulis Untuk Pemula dengan Niat dan Cinta



Dunia menulis mungkin tidak semua orang bisa memulainya dengan sangat mudah. Seperti kita lihat dikenyataannya, tidak semua orang yang bercita – cita menjadi penulis keinginannya cepat tercapai. Hal tersebut menjadi masalah pribadi yang saya rasakan saat ini. Mungkin semua orang mengira bahwa menulis adalah suatu pekerjaan yang sulit. Padahal setelah kita perhatikan dan amati dengan bersungguh – sungguh semuanya akan terlihat mudah dalam menulis. Menulis harus dilandasi dengan niat dan mencintai tulisan sendiri dengan mengapresiasikan gagasan ide menjadi kreatif. Menulis dengan kreatif adalah seni untuk mencurahkan perasaan dan emosi seperti rasa cinta atau kehilangan dalam berbagai bentuk karya. Kreativitas menulis seseorang tidak muncul dengan sendirinya. Kemampuan itu harus dimunculkan, dilatih, dan bina. Memang secara alamiah manusia mempunyai kemampuan dalam berbahasa lisan, namun kemampuan untuk memiliki kemampuan berbahasa tulis harus berpendidikan. Mengingat menulis merupakan kegiatan aktif – produktif – kreatif dalam berbahasa.
Alwasilah (1994) berpendapat bahwa menulis adalah suatu proses psikolinguistik, bermula dari formulasi gagasan melalui gagasan semantik, kemudian ditata dengan aturan sintaksis, selanjutnya disajikan dalam tatanan sistem tulisan. Pendapat tersebut menyiratkan kompleksitas dari kegiatan menulis. Oleh karena itu, penguasaan kemampuan menulis memerlukan proses yang cukup panjang dan tahapan yang cukup jelas. Disini saya akan memberikan tips – tips menulis bagi pemula yang ingin sukses dalam dunia menulis.
Berikut saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya dalam penulisan yang pertama. Awalnya menulis hanya tertarik untuk tujuan mencari beasiswa, ikut lomba dan mengisi waktu kosong. Semenjak kuliah disalah satu universitas swasta di Situbondo, saya pribadi tertarik ikut bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran. Berawal dari mengikuti Diklat Ruang yang hanya sehari saja saya bisa mengambil banyak makna dan pengetahuan dalam menulis. Dari saat itu saya mulai membaca berbagai jenis buku, hingga mencari inspirasi dalam menulis. Sehingga saya pernah membaca sebuah buku yang isinya mengatakan “Menulislah, Dunia Akan Mengenangmu”. Semenjak saat itu saya tertarik dalam hal kegiatan menulis. Karya pertama saya adalah membuat Makalah dengan judul HASANA ( Hari Santri Nasional) Sebagai Wujud Syukur Mahasiswa. Yang saya ikutkan dalam Lomba LKTI Umum untuk memperingati Hari Santri yang diselenggarakan oleh BEM – Unars. Tidak terpikir menjadi pemenang, hanya sekedar mencoba mengasah kemampuan. Tidak disangka – sangka saya meraih posisi juara 3 dengan mendapatkan sebuah sertifikat, trophy dan uang pembinaan. Tips proses menulis ala saya sendiri yaitu :

1.                       Tentukan judul
Untuk mendapatkan sebuah judul kita tidak perlu pusing. Kita lihat dulu temanya, setelah itu kita cari konteks dari tema tersebut dengan perbanyak membaca dan jangan lupa sambil santai dan refresing ke tempat yang kamu sukai. Kalo saya pribadi biasanya saya dibawah pohon mangga sambil naik ayunan untuk mendapatkan judul yang kreatif.

2.                       Menulislah dengan suasana hati yang tenang
Menulis jika suasana tenang akan berdampak pada penulisan apa yang kita hasilkan akan efisen dan tepat. Jika keadaan suasana hati masih belum tenang, maka apa yang akan kita tulis tidak sesuai dengan keinginan. Yang pasti ide yang kita rencanakan akan keluar dari konteks yang kita akan kerjakan. Jadi, buatlah hati dan pikiranmu tenang terlebih dahulu.

3.                       Menulis ditempat yang kamu sukai
Tempat yang asik dan nyaman adalah suatu pilihan yang tepat untuk mencurahkan ide tulisan yang kita rencanakan sebelumnya. Biasanya cafe adalah favorit saya. Disamping mengisi perut kita bisa nyaman dalam menulis. Saran saya cari cafe yang tidak terlalu ramai agar lebih fokus dan konsentrasi terhadap tulisan yang kita kerjakan. Cafe yang lesehan menjadi pilihan yang lebih baik, karena kita bisa lebih leluasa bergerak dan santai. Selain cafe juga tempat yang nyaman adalah perpustakaan. Banyak informasi seperti, buku dan artikel bisa kita dapatkan sebagai bahan tulisan kalian.

4.                       Menulis sambil mendengarkan musik
Biasanya menulis harus keadaan tenang dan sunyi. Tetapi jika untuk kalian yang lagi sangat sulit menemukan ide, terkadang saya menulis sambil mendengarkan musik yang iramanya lebih santai. Karena menurut saya itu juga salah satu melancarkan pemikiran ide kita untuk lebih berkembang dalam menciptakan sebuah karya.

5.                       Mulai menulis dengan buku dan laptop
Berawal dari kesukaan menulis diary sejak SD dan Pantun. Saya menjadi ketagihan menulis puisi meskipun tentang sebuah percintaan (terdengar geli bacanya, maklum dulu adalah anak ABG). Hingga saat ini saya telah mempunyai laptop meski bukan merk yang mahal, saya selalu menulis di laptop dan sering membuat tulisan mengenai pengalaman percintaan. Karena saat ini adalah laptop yang selalu menemani saya dan selalu setia membantu saya berkarya dalam ikut lomba. Meskipun tidak selalu menjadi juara, tapi saya bangga pada tulisan yang dihasilkan sendiri.

6.                       Fokus dan yakin terhadap karya sendiri
Karya sendiri sebenarnya lebih baik dan lebih kreatif daripada hasil karya orang lain yang bukan karya kita. Jadi, kalian jangan pernah malu atau minder dengan hasil karya yang lain. Cobalah kalian memposting karyanya di blogger atau medsos kalian. Apalagi jika kalian ikutkan lomba, yakin dan selalu semangat. Jangan pernah pernah putus asa.

Hanya itu saja tips – tips menulis kreatif yang saya lakukan ketika pembuatan karya tulis. Sebenarnya semua orang bisa menulis, asalkan dalam lubuk hati paling dalam berniat dan semangat. Demikian semoga pembaca menjadi lebih giat dan menulislah untuk diri sendiri dan untuk Indonesia. Salam sukses.

No comments:

Post a Comment

Cerpen untuk Ayah

Demi Gelar Sarjana untuk Ayah “Aydiw” Kringg..kringgg..kringg Suara ponsel berdering keras mengusik ke ramaian ruangan kerja, ternya...